Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dana USAID Dibekukan, Bagaimana Nasib Negara-negara Miskin?

📅 Selasa, 04 Feb 2025, 09:55 WIB | Oleh:
Dana USAID Dibekukan, Bagaimana Nasib Negara-negara Miskin? Doc: PBS
Ket. Bendera USAID di Washington, DC, 3 Februari

WASHINGTON - Upaya pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump untuk memasukkan lembaga kemanusiaan USAID ke dalam Departemen Luar Negeri menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan dukungan keuangan puluhan miliar dollar kepada beberapa negara termiskin di dunia. 

Amerika Serikat adalah penyedia bantuan pembangunan resmi terbesar di dunia, menurut Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Sebagian besar dukungannya disalurkan melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat, sebuah badan pemerintah independen yang didirikan oleh Kongres pada tahun 1961.

Apa yang Dilakukan USAID

USAID merupakan lembaga kemanusiaan dan pembangunan terbesar pemerintah AS, dengan tenaga kerja sekitar 10.000 orang di seluruh dunia dan anggaran tahunan puluhan miliar dollar.

Kongres menyetujui pendanaan USAID setiap tahun. Badan kemanusiaan tersebut kemudian bekerja sama dengan Kongres dan Gedung Putih untuk menetapkan prioritas investasinya, sementara Departemen Luar Negeri menyediakan arahan kebijakan luar negeri. 

Uang tersebut dibayarkan melalui hibah, kontrak, dan "perjanjian kerja sama," menurut USAID. 

Pada tahun fiskal 2023, USAID mengelola lebih dari 40 miliar dollar dalam alokasi gabungan, menurut laporan terkini dari Congressional Research Service (CRS). 

Jumlah tersebut lebih dari sepertiga total anggaran yang disetujui untuk Departemen Luar Negeri, operasi luar negeri, dan program terkait. 

Meskipun demikian, jumlah tersebut hanya mewakili sekitar 0,7 persen dari pengeluaran pemerintah AS sebesar 6,1 triliun dollar selama periode tersebut.

Negara Mana yang Didukung  

USAID memiliki proyek di sekitar 130 negara pada tahun 2023, tahun terakhir di mana data lengkap tersedia, menurut CRS. 

Tiga penerima bantuan teratas adalah Ukraina, Ethiopia, dan Yordania. 

Skala pendanaan USAID untuk Ukraina signifikan, negara Eropa yang dilanda perang itu menerima lebih dari 16 miliar dollar dalam dukungan ekonomi makro, menurut data pemerintah AS. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.