Kebijakan Tarif Impor Trump Berisiko Picu Perang Dagang
📅 Minggu, 02 Feb 2025, 10:58 WIB | Oleh: Lili Lestari“Jika pemerintah Amerika Serikat dan lembaga-lembaganya ingin mengatasi masalah konsumsi fentanil yang serius di negara mereka, mereka dapat memerangi penjualan narkoba di jalanan kota-kota besar, yang tidak mereka lakukan, dan pencucian uang yang dihasilkan dari aktivitas ilegal ini yang telah menyebabkan begitu banyak kerugian bagi penduduknya.”
Sementara itu, Perdana Menteri Provinsi British Columbia di Kanada, David Eby, meminta penduduknya untuk berhenti membeli minuman keras dari negara bagian “merah” AS dan mengatakan, mereka akan menghapus merek alkohol Amerika dari rak-rak toko pemerintah sebagai tanggapan terhadap tarif tersebut.
Dalam pesan yang disiarkan di televisi, Eby menganggap keputusan pemerintahan Trump sebagai "deklarasi perang ekonomi terhadap sekutu dan teman yang dapat dipercaya" dan bahwa ia akan membela warga negaranya dan seluruh warga Kanada secara umum.
Tarif akan mulai berlaku pada hari Selasa (3/2), yang akan memicu pertikaian di Amerika Utara yang berpotensi menyabotase pertumbuhan ekonomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebuah analisis baru oleh Budget Lab di Yale memaparkan kemungkinan kerusakan pada ekonomi AS, dengan mengatakan bahwa rata-rata rumah tangga AS akan kehilangan pendapatan setara dengan $1.170 dari pajak. Pertumbuhan ekonomi akan melambat dan inflasi akan memburuk, dan situasinya bisa lebih buruk jika negara-negara tersebut melakukan tindakan balasan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!