Industri Konstruksi Didorong Gunakan Beton Hijau Berteknologi Injeksi Karbon
📅 Jumat, 31 Jan 2025, 20:25 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
JAKARTA - Anak perusahaan Semen Merah Putih yaitu Beton Merah Putih, memperkuat posisi sebagai pelopor inovasi hijau di industri beton Indonesia dengan menjadi yang pertama menerapkan teknologiinjeksi karbon (carbon injection). Teknologi yang sudah digunakan sejak tahun 2024 lalu, adalah sebuah terobosan praktik keberlanjutan dalam proses produksi beton.
“Dengan penyuntikan karbon dioksida (CO?) ke beton segar yang sedang diproduksi, secara keseluruhan akan mengurangi jejak karbon dari beton, tanpa mengorbankan kualitas dan kinerja yang dihasilkan,” kata Operational Director Beton Merah Putih Akhmad Syamsuddin dalam konferensi pers di Jakarta Jumat (31/1).
Ini adalah sebuah upaya untuk mendukung transisi industri konstruksi menuju pembangunan yang berkelanjutan dan target Net Zero Emissions 2060. Tetapi sebagai sebuah inovasi baru, inisiatif ini memerlukan kolaborasi dengan semua pihak terutama dengan mitra strategis, agar bisa bersama-sama mendorong adopsi beton rendah karbon.
Ia mengatakan, pihaknya melihat tren positif di mana semakin banyak mitra konstruksi yang berkomitmen menggunakan beton hijau yang lebih ramah lingkungan. Teknologi injeksi karbon yang dihadirkan adalah solusi nyata untuk mendukung keberlanjutan.
“Bukan hanya itu teknologi ini sekaligus menawarkan beton dengan keunggulan teknis yang lebih baik. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas dampak positif teknologi ini di berbagai proyek strategis,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dukungan Asosiasi
Langkah inovatif ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk asosiasi industri. Ketua Departemen Teknologi dan Inovasi Asosiasi Perusahaan Beton Readymix Indonesia (APBRI) Yudi Yudistira menyampaikan apresiasi terhadap penerapan teknologi ini injeksi karbon. Hal ini dinilai sebagai terobosan penting yang dapat mengubah wajah industri beton dan konstruksi.
“Kami mengapresiasi Beton Merah Putih yang menjadi pelopor teknologi ini, sekaligus mendorong mitra konstruksi untuk ikut serta dalam penerapannya. Ini adalah langkah signifikan dalam mencapai target keberlanjutan di sektor konstruksi,” ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penggunaan “beton hijau” yang lebih ramah lingkungan kata Yudi adalah suatu kewajiban yang harus diadopsi semua pelaku industri konstruksi. Penerapan teknologi ini bukan hanya karena kebijakan pemerintah tetapi juga sebagai kesadaran bersama untuk mewujudkan pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Disisi lain, salah satu proyek strategis yang mengadopsi beton hijau yang rendah karbon ini, adalah pembangunan Club House Hiera Township Development, yang dikembangkan oleh Sinar Mitbana Mas. Berlokasi di BSD City, Proyek ini menjadi contoh penerapan teknologi Carbon Injection dalam pembangunan kawasan hijau.
Technical Planning Dept. Head Sinar Mitbana Mas Ferianda menyatakan Hiera Township Development dikembangkan dengan prinsip keberlanjutan, salah satunya melalui penerapan teknologi ramah lingkungan dalam konstruksi. Pembangunan Club House menjadi proyek percontohan perusahaan dalam penggunaanbeton injeksi karbon (carbon injection concrete) bekerja sama dengan Beton Merah Putih.
"Kami berharap teknologi ini dapat diterapkan lebih luas di proyek-proyek berikutnya. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk menghadirkan kawasan hunian yang lebih hijau dan berkelanjutan," tuturnya.
Inovasi dari Hulu ke Hilir
Director of Commercial & Logistic Semen Merah Putih, Surindro Kalbu Adi, mengatakan sebagai bagian dari Semen Merah Putih, berkomitmen untuk terus mengintegrasikan inovasi berkelanjutan di setiap prosesnya. Komitmen terhadap keberlanjutan adalah nilai utama yang menjadi prinsip praktik bisnis perusahaan ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!