Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bangka Tengah gencarkan program TKM tekan pengangguran

📅 Kamis, 30 Jan 2025, 23:41 WIB | Oleh:
Bangka Tengah gencarkan program TKM tekan pengangguran Doc: ANTARA/Ahmadi
Ket. Kepala DPMPTK Bangka Tengah Wiwik Susanti

Koba, Babel,, 30/1 - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggencarkan pelaksanaan program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) untuk menekan tingkat pengangguran terbuka.

"Untuk menekan pengangguran kita lakukan beberapa langkah strategis, di antaranya adalah menggencarkan pelaksanaan TKM,," kata Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan, dan Tenaga Kerja (DPMPTK) Bangka Tengah Wiwik Susanti di Koba, Kamis.

Kemudian kata dia memberikan pelatihan kepada masyarakat terdampak untuk meningkatkan keterampilan mereka dan menawarkan bantuan dana melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) guna mendorong kewirausahaan.

Wiwik mengatakan itu menyikapi meningkatnya angka pengangguran terbuka pada 2024 sebesar 4,23 persen naik dari 3,88 persen pada 2023.

Kenaikan ini terutama disebabkan oleh penghentian operasi beberapa perusahaan akibat masalah tata niaga timah yang mengakibatkan pemutusan hubungan kerja bagi sekitar 600 pekerja dari beberapa perusahaan yang terdampak.

"Dengan kondisi demikian, maka warga harus kita dorong untuk mandiri dan berwirausaha atau membuka lapangan kerja sendiri sesuai dengan keahlian," ujarnya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (DINSOS-PMD) Kabupaten Bangka Tengah Padlillah mengatakan, sudah meluncurkan inovasi Sistem Layanan Kesejahteraan Sosial (SILAKSO).

"Sistem digital terintegrasi untuk mengoptimalkan pendataan, verifikasi dan pemantauan bantuan sosial secara real-time, memastikan bantuan tepat sasaran dan menghindari tumpang tindih program antar instansi," katanya.

Pemerintah daerah juga bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk meluncurkan program penggerak jaminan sosial.

Program ini dirancang untuk memberikan perlindungan bagi pekerja dan mencegah munculnya pengangguran baru akibat pemutusan hubungan kerja atau kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian atau cacat.

"Melalui berbagai upaya ini, tentu kami berharap dapat menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.