Tanpa Pengenaan Tarif ke Barang Impor, Produk Lokal Bakal Semakin Terpuruk
📅 Selasa, 28 Jan 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiPengamat Kebijakan Publik Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi mendorong agar pemerintah fokus pada kebijakan ketahanan pangan dengan menekan impor yang rentan terhadap fluktuasi harga di pasar global akibat kondisi geopolitik.
Pemerintah katanya harus lebih fokus pada kedaulatan pangan, dimana penguatan produksi pangan lokal dan perlindungan petani menjadi fokus dan prioritas. “Dalam banyak kasus korupsi impor terjadi karena adanya pihak-pihak yang ingin memonopoli dan mengambil untung,”tegas Badiul.
Wacana penghentian impor senantiasa mandeg di tingkat wacana karena tidak dibarengi dengan langkah nyata yang konsisten. Kebijakan seperti pajak tarif impor pangan sampai 30 persen mungkin bisa jadi solusi.
Hal itu tambahnya harus didukung oleh petani lokal dengan meningkatkan produksi. Pemerintah membantu melalui subsidi, teknologi, akses pasar. “Yang bikin masyarakat jengah juga inkonsistensi pelaksanaan kebijakan sering kali karena pengaruh politik dan ekonomi jangka pendek,” katanya.YK/ers/E-9
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!