Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gakoptindo Direkomendasikan Pasok Bahan Baku MBG

📅 Rabu, 15 Jan 2025, 17:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gakoptindo Direkomendasikan Pasok Bahan Baku MBG Doc: ANTARA/Sinta Ambar
Ket. Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Tempe Indonesia dan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Kopti) di Bogor, Jabar, Rabu (15/1/2025).

BOGOR - Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengungkapkan pihaknya akan merekomendasikan Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakoptindo) dapat memasok bahan baku dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menkop bakal berkoordinasi dengan lembaga terkait dalam hal ini Badan Gizi Nasional (BGN) agar dapat terjalin kerja sama.

"Gakoptindo berkomitmen untuk menyuplai semua kebutuhan tahu dan tempe dalam program MBG ini. Jadi kita akan mencoba membantu untuk segera ada MoU, nanti kita ajak Gakoptindo ketemu dengan (Kepala Badan Gizi Nasional/BGN) Dadan Hindayana," ujar Menkop saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Tempe Indonesia dan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Kopti) di Bogor, Jabar, Rabu (15/1).

Budi Arie mengatakan tahu dan tempe bisa menjadi bahan kudapan dalam program MBG yang diolah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga Gakoptindo akan diusahakan agar dapat masuk dalam rantai pasok MBG.

Sementara dari gizi, tempe dan tahu yang merupakan superfood ini dikenal memiliki kandungan gizi yang lengkap sehingga baik bagi pertumbuhan anak-anak.

Menkop pun mengapresiasi upaya dari Rumah Tempe Indonesia dan Gakoptindo yang sudah melakukan diversifikasi produk tempe menjadi beberapa produk unggulan lain seperti keripik tempe, cookies tempe, dan nugget.

Hal ini menandakan bahwa komoditas tempe dan tahu tidak hanya bisa diandalkan untuk pemenuhan gizi pada program MBG namun juga memiliki potensi ekonomi untuk dipasarkan hingga ke manca negara.

"Perputaran bisnis di Indonesia bisa sampai Rp75 triliun dan bisa menghidupkan hingga 600 ribu perajin, ini adalah potensi ekonomi yang luar biasa untuk terus dikembangkan," katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/ PCO) Ujang Komarudin menegaskan program MBG harus memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat termasuk kepada UMKM hingga koperasi-koperasi produsen.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Gakoptindo Hugo Siswaya berharap dukungan dari pemerintah agar pihaknya menjadi pemasok utama pada program MBG khususnya untuk komoditas tempe dan tahu.

"Kita harap tempe dan tahu bisa menjadi pilihan utama pada program MBG karena kandungan gizi di dalamnya yang luar biasa. Kita ingin perajin tempe bisa mendukung dalam program ini yang paling dekat adalah untuk memenuhi kebutuhan dari SPPG," katanya.

Adapun hingga kini tercatat Kementerian Koperasi telah mengarahkan sebanyak 1.332 unit koperasi di Indonesia agar dapat terlibat dalam program MBG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.