BPS DKI Catat Jumlah Penduduk Miskin di Jakarta Turun, Kini yang Miskin hanya Segini

Rabu, 15 Jan 2025, 14:40 WIB

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mengungkapkan jumlah penduduk di Jakarta turun sebesar 0,16 persen di bulan September 2024 dibandingkan Maret 2024.

Hal itu berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada September 2024. Jumlah penduduk miskin pada September 2024 tercatat sebanyak 449,07 ribu orang, menurun 15,86 ribu terhadap Maret 2024, yakni 464,93 ribu orang.

Ket. Foto: Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin — Sumber: antara foto

"Persentase penduduk miskin pada September 2024 sebesar 4,14 persen, turun 0,16 persen," kata Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin dalam Rilis Berita Statistik DKI Jakarta Januari 2025 di Jakarta, Rabu (15/1).

Dia mengatakan bahwa penurunan jumlah ini suatu hal yang baik, dibandingkan Maret 2024 yakni tercatat 4,3 persen penduduk miskin.

Angka ini menjadikan DKI Jakarta berada di urutan ketiga untuk jumlah penduduk miskin terendah secara nasional, setelah Bali (3,8 persen) dan Kalimantan Selatan (4,02 persen).

BPS DKI mencatat membaiknya beberapa indikator makro ekonomi mendorong berkurangnya penduduk miskin.

Selain itu, stabilitas pertumbuhan ekonomi jugamenjadi faktor penting dalam menurunkan tingkat kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada Triwulan III 2024 sebesar 4,93 persen (year on year/yoy) atau meningkat dibandingkan Triwulan II (4,9 persen).

Adapun sepanjang tahun 2018-2024, jumlah penduduk miskin tertinggi terjadi pada Maret 2021 yang mencapai 501,92 ribu orang. Apabila dibandingkan jumlah penduduk miskin pada September 2024 dibandingkan Maret 2021 mengalami penurunan sebesar 52,85 ribu orang.

Sementara itu, tingkat inflasi pada September 2024 sebesar 1,70 persen (y-on-y), lebih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya (2,23 persen pada Juni 2024). Inflasi yang terkendali ini, dikatakan mendukung daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Nurul menambahkan, untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep terkait kemampuan memenuhi kebutuhan dasar.

"Dan ini terkait erat dengan bagaimana potret konsumsi makanan masyarakat yang kami potret dengan Susenas," kata dia.

  • BPS DKI Jakarta
  • Kemiskinan di Jakarta
  • Jumlah Penduduk Miskin Jakarta

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Afghanistan Tabuh Genderang Perang Keras terhadap Polio

Angin Segar untuk Driver, Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus 2026, Pendapatan Mitra Naik?

Paradigma Baru Perawatan Gigi Lewat Teknologi Microbiome Active

Filipina Tutup Sekolah Gara-Gara Hujan Ekstrem dan Banjir Besar,

Jelang Keputusan BI, IHSG Hari Ini Menguat: Reli Baru atau Sekadar Euforia?

Satu Orang Tewas Setiap 30 Menit, Kasus Ebola di Kongo Kini Tembus 5.000 Kasus

Penutupan Pendakian Gunung Gede Ditambah selama Dua Pekan Usai Kebakaran

Wagub Rano Karno Sapa Peserta Jamnas XII, Dorong Pramuka Jadi Agen Perubahan

Operasi Lutut Lebih Aman dan Terukur, RS Premier Bintaro Hadirkan Teknologi ROSA

Esports Nations Cup Ditunda ke November 2027, Ini Alasan Resmi EF

Purbaya: Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Paling Cepat bisa Berlaku September 2026

Ajang Lari Cirebon QRIS Run 2026, Sarana Pemkot Cirebon Gencarkan Penggunaan QRIS

Inovasi Investasi dan Layanan Privilege Antarkan Danamon Raih Dua Penghargaan

Dompet Dhuafa Siapkan 81 Ton Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT

Purbaya: Insentif Motor Listrik Sudah Bisa Berlaku Mulai September 2026

7.000 Warga Pulau Palue Butuh Air Bersih, KemePU Kerahkan Tandon dan Survei Geolistrik

Gempa Flores Rusak 4 Pasar Tradisional, Mendag: Pasar Inpres Ruteng Ditutup Sementara

OT Group Konsisten Gelar Upacara Kemerdekaan di Pabrik dan Depo

LG Perkuat Pemasaran WashTower, Gandeng Dealer Spesialis untuk Perluas Edukasi Konsumen

Nelayan Kendari Diimbau Waspadai Gelombang Tinggi dan Angin Kencang pada 19 hingga 22 Agustus 2026

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.