Selamat Pagi, Tarif 10% Baru Trump Mulai Berlaku dan Sedang Disiapkan yang 15%

Rabu, 25 Feb 2026, 00:00 WIB

WASHINGTON DC - Tarif baru atas impor Amerika Serikat yang diberlakukan Presiden Donald Trump mulai berlaku beberapa jam yang lalu dengan besaran 10 persen, setelah Mahkamah Agung AS memblokir kebijakan pajak impor yang diberlakukannya pada hari Jumat.

Dari The Guardian, Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif Jumat lalu yang mengesahkan tarif 10 persen hanya beberapa jam setelah putusan Mahkamah Agung. Ia kemudian mengancam akan menaikkan tarif menjadi 15 persen, tetapi tidak secara resmi melakukannya hingga Selasa pukul 00.01 waktu Washington, ketika tarif 10 persen tersebut mulai berlaku.

Ket. Foto: Menurut pemberitahuan dari badan bea cukai AS , "bea masuk ad valorem tambahan sebesar 10 persen untuk barang impor dari setiap negara" telah diberlakukan untuk jangka waktu 150 hari mulai hari Selasa (24/2), kecuali jika secara khusus dikecualikan. — Sumber: Istimewa

Namun, Bloomberg melaporkan bahwa para pejabat di Gedung Putih sedang mengerjakan perintah resmi yang akan menaikkan tarif tersebut menjadi 15 persen.

Hal ini terjadi setelah Trump menyatakan pekan ini bahwa ia dapat menggunakan tarif dengan cara yang "jauh lebih ampuh dan menjengkelkan" .

Tarif baru yang diterapkan Trump berdasarkan Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan tahun 1974 telah memicu ketidakpastian dengan sejumlah mitra dagang AS, termasuk Inggris (yang tahun lalu menegosiasikan tarif 10 persen dengan AS) dan Uni Eropa.

Pada hari Senin, Uni Eropa menghentikan proses ratifikasi kesepakatan yang telah disepakati dengan AS pada Juli lalu untuk kedua kalinya dalam sebulan, setelah membekukan dan mencairkan kembali kesepakatan tersebut menyusul ancaman Trump terkait Greenland. Kesepakatan itu menetapkan tarif menyeluruh sebesar 15 persen untuk impor Uni Eropa yang mencakup bea masuk sebelumnya.

Sementara itu di Inggris, seorang juru bicara Perdana Menteri Keir Starmer , ketika ditanya apakah tarif balasan merupakan suatu pilihan, mengatakan:

"Tidak seorang pun ingin melihat perang dagang. Tidak seorang pun ingin melihat situasi yang memburuk. Tetapi seperti yang saya katakan, tidak ada yang dikesampingkan pada tahap ini."

  • Tarif Trump

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Tak Boleh Ada Titipan! Pangdam XIII Pastikan Seleksi Bintara TNI AD Berlangsung Objektif

Terobosan Baru Banten! Gubernur Targetkan Pelayanan Pertanahan Modern

Bayi Terlantar di Ambon Jadi Sorotan, Banyak Warga Berebut Ingin Adopsi

Kecap Asal Bekasi Bikin Bangga! 20 Ton Tembus Pasar Belanda, UMKM Lokal Naik Kelas ke Eropa

Pangeran Harry Mendadak Mundur dari Organisasi Afrika, Ternyata Ada Kontroversi Besar

Polwan Goes to School Bikin Pelajar Manado Tersentak, Ini Pesan Pentingnya

Formula 1: Antonelli Akui Mercedes Tak Lagi Tercepat, McLaren Mulai Mengancam

Viral Rekening Bank Mandiri Rp80,9 Juta Diblokir, DPR Buka Suara

Thailand Hentikan Laju Tim Bola Voli Putri Indonesia

Luis Enrique Peringatkan PSG: Jangan Terlena, Harus Keluar dari Zona Nyaman

Spalletti Tuntut Lebih dari Kolo Muani Usai Juventus Hanya Menang Tipis

Selandia Baru Susul Australia, Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dilarang Bermedia Sosial

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.