Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Beras Program SPHP 50 Kilogram Hanya untuk Wilayah 3TP

📅 Selasa, 14 Jan 2025, 20:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Beras Program SPHP 50 Kilogram Hanya untuk Wilayah 3TP Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Susunan beras kemasan 50 kg di Gudang Bulog.

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebutkan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 50 kilogram hanya untuk wilayah Indonesia timur, tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengatakan rencana pendistribusian ini merupakan masukan dari Perum Bulog, yang mempertimbangkan terkait dengan biaya pengemasan dan pengiriman.

"Memang di Papua, dari Bulog selama ini kebanyakan menggunakan kemasan 50 kilogram karena untuk pengemasan dan pengiriman melalui pesawat dan lainnya, mungkin sebagai kemudahan teknis di lapangan," ujar Maino di Jakarta, Selasa (14/1).

Lebih lanjut, penyaluran kemasan 50 kilogram atau kemasan curah di luar wilayah Indonesia timur dan 3TP harus berdasarkan rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga dan kebijakan lainnya.

Menurut Maino, hal tersebut merupakan bagian dari rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Saya ingat betul pemeriksaan BPK, BPKP, kalaupun misal nanti ada curah dalam bentuk liter, harus disepakati. Memang di akhir harus sesuai harga eceran tertinggi (HET) penjual di tingkat grosir sesuai," kata Maino.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengadaan Operasional dan Pelayanan Publik (POPP) Perum Bulog, Rini Andrida, mengatakan beberapa daerah 3TP, Papua dan Maluku sudah mulai meminta untuk penyaluran beras kemasan 50 kilogram.

Menurut dia, hal ini harus segera direalisasikan lantaran harga beras di daerah tersebut mulai merangkak naik.

"Pada saat ini, ada beberapa daerah 3TP seperti Papua dan Maluku sudah meminta kita untuk memutuskan ini," ujarnya.

Dia juga menyampaikan sulit menjual beras SPHP sesuai HET lantaran biaya angkut menuju Kepulauan Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua cukup besar.

"Daerah itulah yang sering merah, daerah 3TP yang perlu dibantu bagaimana pasar-pasar di sana menjadi hijau (stabil) dengan harga gudang dan ongkos angkut yang memadai," kata Rini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Disperindag Papua Fokus Per...

Peluang Melemah Terbuka, 1 Juli 2026

1.5 jam yang lalu | Rizky

Ekonomi
Peluang Melemah Terbuka, 1 ...
Megapolitan
PLN UID Jakarta Raya Perkua...

Kemenhub Percepat Persiapan Reaktivasi Bandar Udara Husein

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Daerah
Kemenhub Percepat Persiapan...
Ekonomi
Mulai 1 Juli, PELNI Lakukan...
Presiden dan Wapres Tiba di Lokasi Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

Presiden dan Wapres Tiba di Lokasi Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

01 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.