Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lenong Modern dan Ruang bagi Anak Muda untuk Melestarikan Budaya

📅 Senin, 13 Jan 2025, 17:51 WIB | Oleh:

Keberlanjutan lenong modern juga membutuhkan mentor-mentor seperti Aditya Gumay, yang dengan telaten melatih dan membimbing generasi muda.

Pelatihan yang intensif, seperti yang didapatkan Kautsar dan rekan-rekannya di sanggar, membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, anak-anak muda dapat mengembangkan bakat mereka di seni tradisional.

Selain itu, apresiasi dari publik dan media juga memegang peranan penting. Apresiasi dari tokoh seni senior seperti Harry De Fretes dan Indro Warkop menunjukkan bahwa lenong modern memiliki posisi strategis di dunia hiburan jika terus didorong dengan serius.

Sebagai generasi yang lahir di tengah era digital, anak muda membawa keunikan tersendiri ke panggung lenong. Mereka tidak hanya membawa bakat akting, tetapi juga cara pandang baru terhadap seni ini.

Dengan memadukan perspektif modern dan nilai tradisional, lenong bisa menjadi alat yang ampuh untuk menceritakan kisah-kisah baru yang relevan bagi masyarakat saat ini. Apalagi, lenong selalu punya elemen jenaka yang mudah diterima audiens lintas usia.

Perjalanan Kautsar dan generasinya belum selesai. Persiapannya untuk pementasan “Lenong Bocah Reborn” pada Februari 2025 akan menjadi momen penting untuk menunjukkan bahwa mereka mampu terus tumbuh sebagai generasi baru pemain lenong modern.

Kisahnya adalah refleksi dari potensi besar yang dimiliki seni tradisional jika diberi kesempatan untuk beradaptasi dan berkembang.

Dengan lenong modern, Indonesia tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menunjukkan bahwa seni lokal memiliki daya saing di dunia hiburan yang semakin kompetitif.

Melalui semangat anak muda, lenong tidak hanya hidup, tetapi juga menemukan rumah baru di hati generasi digital.

Dan dari situ, semua menjadi tahu, masa depan seni tradisional Indonesia berada di jalan dan arah yang tepat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.