Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lenong Modern dan Ruang bagi Anak Muda untuk Melestarikan Budaya

📅 Senin, 13 Jan 2025, 17:51 WIB | Oleh:
Lenong Modern dan Ruang bagi Anak Muda untuk Melestarikan Budaya Doc: (ANTARA/HO-Sanggar Ananda)
Ket. Pentas lenong modern diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan generasi muda untuk melestarikan budaya Betawi.

JAKARTA - Kim Kautsar semula tak begitu yakin aktingnya akan bisa mengimbangi para seniornya saat pentas lenong modern bertajuk "Simpanan Juragan” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Namun, berbekal keyakinan yang tersisa dan kepercayaan diri, remaja berusia 12 tahun itu nyatanya berhasil mencuri perhatian bukan saja para penonton melainkan menuai pujian dari berbagai tokoh besar seni komedi, termasuk Harry De Fretes dan Indro Warkop.

Siswa kelas 7 SMPN 99 Jakarta Timur itu memang punya tekad untuk terjun ke dunia seni peran. Tapi bukan sembarang seni peran karena ketertarikannya tak biasa. Lazimnya anak muda suka KPop atau JPop, dia justru menyukai panggung seni tradisional yakni lenong Betawi.

Kabar baiknya, Kautsar tak sendiri. Dia dan beberapa rekannya yang tekun belajar di Sanggar Ananda, arahan Aditya Gumay, pimpinan sanggar tersebut, punya mimpi mulia untuk terus melestarikan budaya Betawi melalui lenong.

Kautsar setidaknya menjadi salah satu wajah baru dari gelombang semangat anak muda yang ingin melestarikan seni tradisional di tengah gempuran budaya pop global.

Munculnya lenong modern memang menjadi semacam fenomena menarik dari panggung seni tradisional Indonesia.

Karya ini seakan menjadi bukti bahwa seni tradisi tidak harus kaku dan usang. Dengan sentuhan inovasi, lenong yang selama ini identik dengan cerita jenaka Betawi bisa tetap relevan bagi generasi muda.

Anak muda seperti Kautsar misalnya, menjadi bukti nyata bahwa regenerasi di dunia seni tradisional sangat mungkin terjadi asalkan ada ruang untuk anak muda berkembang.

Ketika biasanya pemain lenong pemula hanya mendapat peran kecil sebagai pembelajaran, Kautsar melompat langsung ke pusat panggung. Atas arahan Aditya Gumay,   Kautsar mendapat peran utama.

Ini bukan keputusan yang dibuat sembarangan. Bakat dan semangatnya dianggap memenuhi syarat untuk membawa lenong modern ke level baru.

Pementasan "Simpanan Juragan" di Taman Ismail Marzuki pada November 2024 menjadi panggung perdana bagi para talenta muda sebagai pemeran utama. Kemampuan akting mereka dipertaruhkan sekaligus diberi ruang.

Aktor senior Harry De Fretes menyebut bakat anak-anak muda sebagai sesuatu yang wajar untuk diapresiasi.

Sementara pelawak senior Indro Warkop menggambarkan penampilan para talenta muda sudah waktunya diberi kesempatan agar mereka semakin “ciamik” dan tergali potensinya.

Bagi seorang anak muda yang ingin berkarya, penghargaan dari tokoh besar atau senior adalah dorongan luar biasa untuk bisa semakin maju.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

56 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.