Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Semoga Tidak Menular Seperti Covid-19, Tiongkok Janji Transparan Soal Data Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan

📅 Rabu, 08 Jan 2025, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semoga Tidak Menular Seperti Covid-19, Tiongkok Janji Transparan Soal Data Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa (7/1/2025).

Beijing - Pemerintah Tiongkok berjanji akan transparan dalam menyampaikan data mengenai adanya peningkatan penyakit infeksi saluran pernapasan di negara itu.

"Pemerintah Tiongkok telah dan akan terus merilis informasi tentang penyakit menular secara teratur dan transparan sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa (7/1).

Namun untuk data apa saja jenis penyakit saluran pernapasan yang saat ini merebak dan lokasinya, Guo Jiakun meminta agar menanyakan ke otoritas berwenang yakni Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (The Chinese Center for Disease Control and Prevention atau CCDC) menegaskan terus memantau peningkatan kasus human metapneumovirus (HMPV) tapi hingga saat ini tidak ada bukti terjadinya wabah tidak biasa atau bahwa ada virus atau penyakit pernapasan baru muncul di Tiongkok.

CDC Tiongkok menyebut musim dingin dan musim semi merupakan musim dengan infeksi saluran pernapasan akut yang tinggi dan risiko penularan infeksi saluran pernapasan meningkat.

Penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang perlu mendapat perhatian meliputi penyakit menular yang disebabkan oleh patogen seperti rhinovirus, virus influenza, adenovirus, mycoplasma pneumoniae, human metapneumovirus (HMPV), respiratory syncytial virus dan novel coronavirus.

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan data dari pemerintah Tiongkok menunjukkan "telah terjadi peningkatan baru-baru ini dalam infeksi pernapasan akut" tetapi skala dan intensitas keseluruhan penyakit infeksi pernapasan di Tiongkok tahun ini lebih rendah daripada tahun lalu".

Terkait dengan penyakit tersebut, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengatakan Human Metapneumovirus (HMPV) yang ramai diwartakan media massa akhir-akhir ini, sebenarnya sudah ada di Indonesia sejak lama dan bukan penyakit mematikan, namun publik tetap perlu melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti istirahat yang cukup.

Budi menyebutkan bahwa HMPV adalah virus lama yang ditemukan pada 2001 dan sudah beredar di seluruh dunia sejak itu, dan selama ini tidak ada kejadian besar akibat HMPV tersebut.

Selain itu, Budi juga menepis pemberitaan tentang naiknya kasus HMPV di Tiongkok. Virus yang merebak di Tiongkok, ungkap Budi Gunadi, bukan HMPV, melainkan H1N1 atau virus influenza biasa. Secara prevalensi, katanya, di Tiongkok, HMPV menempati urutan ketiga.

Dia pun mengingatkan, semua orang dapat terkena flu, namun jika sistem imun baik, virus tersebut dapat ditangani oleh tubuh. Budi pun menyebutkan sejumlah hal yang dapat dilakukan untuk membangun sistem imun, seperti istirahat dan olahraga yang cukup, dan beristirahat apabila batuk dan pilek.

HMPV memiliki masa inkubasi tiga hingga enam hari dan dapat menyebabkan gejala seperti pilek, batuk, demam, kesulitan bernapas, dan masalah pernapasan lainnya. Tidak ada pengobatan khusus untuk infeksi HMPV; penanganan infeksi itu biasanya melibatkan penyembuhan gejala.

Anak-anak kecil dan orang dewasa berusia 65 tahun ke atas termasuk di antara mereka yang berisiko tertinggi terkena HMPV yang berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia.

HMPV dapat menyebar melalui sekresi dari batuk dan bersin, kontak pribadi yang dekat, dan menyentuh benda yang mengandung virus lalu menyentuh mata, hidung atau mulut,

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.