Enzim Biang Kerok Pertumbuhan Kanker Pankreas Ditemukan
📅 Selasa, 07 Jan 2025, 06:10 WIB | Oleh: Tim Penulis“Dari sisi dinamika tumor, enzim tersebut mendorong pembelahan sel kanker dan migrasinya ke jaringan sehat, memperkuat peran utamanya dalam meningkatkan agresivitas tumor,” tulis Dr. Andrew Lowy, profesor di Fakultas Kedokteran UC San Diego.
Pergeseran Strategi Terapi
Implikasi dari temuan ini menantang paradigma pengobatan yang sudah mapan untuk kanker pankreas. Terapi saat ini sering kali berfokus pada penanganan gejala stadium lanjut daripada menargetkan penggerak molekuler tertentu dari pertumbuhan tumor.
Lowy mengatakan, MICAL2 menawarkan target baru yang dapat diobati dalam kelas protein yang telah berhasil dihambat pada penyakit lain. Menurut dia tingkat kematian akibat kanker pankreas sangat tinggi dibandingkan semua kanker pada umumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kanker pankreas memiliki tingkat kematian tertinggi dari semua kanker umum dan dengan demikian pengobatan saat ini sangat tidak memadai,” kata dia.
Dengan menghambat perkembangan enzim MICAL2 menurut para peneliti diharapkan dapat mengganggu proses penting yang memicu pertumbuhan dan metastasis tumor. Hal ini berpotensi mengubah lintasan penyakit.
Penelitian Kanker
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian ini mendefinisikan ulang peran enzim seperti MICAL2 dalam biologi kanker. Dengan mengungkap bagaimana protein pengatur dapat diadopsi untuk meningkatkan keganasan, hal ini menggarisbawahi pentingnya memeriksa target non-tradisional dalam pengobatan kanker.
Hubungan antara aktivitas enzim MICAL2 dan KRAS, khususnya, menyoroti interaksi kompleks yang dapat menginformasikan terapi untuk kanker lain yang didorong oleh KRAS. Ke depannya, para peneliti akan mengidentifikasi senyawa yang mampu menghambat aktivitas MICAL2.
Penghambatan MICALS2 bertujuan akhir untuk menerjemahkan temuan ini ke dalam aplikasi klinis. Pendekatan ini dapat menawarkan cara yang lebih tepat untuk memerangi kanker pankreas, penyakit yang telah lama resisten terhadap pengobatan kanker konvensional. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!