Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akibat Drainase Tersumbat, Pinggir Tol Karang Tengah Banjir

📅 Selasa, 07 Jan 2025, 18:09 WIB | Oleh:
Akibat Drainase Tersumbat, Pinggir Tol Karang Tengah Banjir Doc: ANTARA/HO-Pemkot Tangerang
Ket. Penjabat Wali Kota Tangerang Nurdin (tengah) sedang melintasi jalan di Karang Tengah yang tergenang akibat drainase tersumbat, Selasa (7/1).

TANGERANG - Penjabat Wali Kota Tangerang Nurdin mengatakan genangan di jalan pinggir Tol Karang Tengah disebabkan sumbatan sampah di drainase sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar.

"Kami bergerak bersama untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Sejak tadi pagi armada kami dari Dinas Lingkungan Hidup dan personel gabungan, langsung bekerja untuk mengangkut sampah-sampah yang terbawa oleh aliran air," kata dia dalam tinjauan langsung ke lokasi genangan di Tangerang, Banten, Selasa.

Ia juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk langkah dan upaya lanjutan terkait dengan penyelesaian masalah genangan tersebut.

"Kami telah meminta kepada pihak Dinas PUPR untuk langsung membawa pipa dan pompa mobile untuk memompa air yang menggenang, sehingga dalam jangka pendek genangan air ini dapat diatasi. Dan sebagai langkah antisipasi lanjutan, kami juga telah memerintahkan untuk membuat sodetan-sodetan agar aliran air di lokasi ini dapat terpecah sehingga tidak menggenangi jalan ini," katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota Tangerang telah berkoordinasi dengan pihak pengembang pembangunan di sekitar lokasi untuk ikut membantu memfasilitasi upaya-upaya pencegahan terkait potensi-potensi yang dapat menyebabkan sumbatan drainase agar tidak terjadi lagi genangan.

“Insyaallah, dengan kolaborasi masalah ini dapat teratasi sedini mungkin,” katanya.

Untuk itu, Sekretaris BPSDM Kemendagri tersebut, juga mengimbau seluruh masyarakat selalu aktif dan berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan, terutama kebersihan saluran-saluran air.

"Terus jaga lingkungan sekitar kita dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah-sampah yang bisa menyumbat saluran air apalagi yang volumenya besar seperti kasur, kursi dan barang lain yang sudah tidak terpakai yang dihanyutkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Daerah
CFD Jadi Mesin Penggerak Ek...
Nasional
HUT ke-81 RI di Monas Penuh...
Daerah
Sepertiga Warga RT Harus Me...

Kapal Pesiar Swasta Dipakai Kemhan Gratis, Begini Faktanya

36 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Nasional
Kapal Pesiar Swasta Dipakai...
Daerah
Korban Gempa M7,7 NTT Capai...

Akses Wisata Ke Bromo akan Dibuka Jika Benar-benar Aman

37 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Akses Wisata Ke Bromo akan ...
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.