Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keunggulan Bom Luncur Rusia yang Berhasil Kalahkan Rudal Panggul AS

📅 Minggu, 05 Jan 2025, 22:00 WIB | Oleh:
Keunggulan Bom Luncur Rusia yang Berhasil Kalahkan Rudal Panggul AS Doc: Wikimedia Commons

Seiring berlarut-larutnya perang di Ukraina, ancaman yang ditimbulkan oleh bom luncur Rusia telah menjadi tantangan signifikan bagi pasukan Ukraina, dan perkembangan terkini menunjukkan bahwa sistem pertahanan udara mereka saat ini semakin tidak efektif terhadap senjata canggih ini.

Dikutip dari Bulgarian Military, sejak Maret 2024, pasukan Rusia telah bereksperimen dan menyempurnakan bom luncur Universal Joint D-30 mereka, yang meningkatkan jangkauannya hingga 80 kilometer.

Modifikasi bom ini, ditambah kemampuannya untuk diluncurkan dari wilayah udara Rusia hampir 40 kilometer jauhnya dari perbatasan, memungkinkan mereka untuk menyerang jauh di dalam wilayah Ukraina, sehingga menciptakan kerentanan baru bagi sistem pertahanan Ukraina.

Bom D-30 Rusia, yang juga dikenal sebagai UMPB, adalah sistem serangan presisi yang menggabungkan teknologi luncur dan kendali inersia. Dikembangkan pada tahun 1970-an, sistem ini tetap menjadi bagian penting dari persenjataan angkatan udara Rusia dan telah digunakan dalam berbagai konflik.

Dengan berat 500 kilogram dan panjang sekitar 3 meter, senjata ini merupakan senjata berukuran sedang yang biasanya dilepaskan dari pesawat tempur pada ketinggian sekitar 10 kilometer. Fitur utamanya adalah tidak adanya mesin khusus untuk propulsi — senjata ini mengandalkan luncuran aerodinamis untuk mencapai targetnya.

Bom ini menggunakan pemandu inersia dengan kemampuan untuk menyesuaikan lintasannya di tengah penerbangan, dan sistem penargetan optik untuk meningkatkan presisi. Bom ini memiliki jangkauan 40-50 km dan dapat mencapai kecepatan hingga 1000 km/jam.

D-30 mampu membawa berbagai jenis hulu ledak, termasuk jenis peledak tinggi dan penetrator, membuatnya efektif terhadap target yang terlindungi dengan baik seperti pangkalan militer, pusat transportasi, dan bahkan pesawat yang mendarat.

Meskipun ada kemajuan dalam teknologi pemandu senjata, D-30 tetap menjadi salah satu senjata serang presisi Rusia yang paling banyak digunakan, membuktikan bahwa sistem lama masih sangat efektif dalam skenario pertempuran modern.

Oleg Synehubov, kepala Administrasi Militer Regional Kharkiv, mengonfirmasi bahwa pasukan Rusia telah meluncurkan bom luncur ini dari wilayah udara yang dikuasai Rusia, memanfaatkan jangkauan tersebut untuk melakukan serangan tepat terhadap target Ukraina.

Meskipun bom tersebut tidak tergolong amunisi "pintar" , akurasinya mengesankan, dengan kemampuan untuk menyimpang tidak lebih dari 50 meter dari target yang dituju—setara dengan bom tanpa pemandu FAB-250/500 milik Rusia yang lebih berat, tetapi dengan potensi presisi yang jauh lebih tinggi.

Salah satu masalah kritis yang dihadapi pasukan Ukraina dengan bom luncur D-30 Rusia adalah tidak adanya tanda termal. Tidak seperti jenis amunisi lain yang memancarkan panas inframerah yang dapat dideteksi, bom luncur ini tidak menyediakan energi termal yang dibutuhkan Sistem Pertahanan Udara Portabel Manusia atau Man-Portable Air Defense Systems [MPADS] Ukraina untuk mengunci.

Masalah ini sangat membatasi efektivitas pertahanan udara Ukraina, karena sistem seperti rudal panggul perseorangan "Stinger" dirancang untuk menargetkan tanda panas dari pesawat atau rudal. Dengan tidak adanya tanda panas ini pada bom luncur, MPADS hampir tidak berguna dalam mencegatnya.

Untuk mengatasi hal ini, pasukan Ukraina terpaksa beradaptasi dengan menggunakan kombinasi tembakan senapan mesin dan taktik peperangan elektronik [EW] untuk mengganggu atau mengalihkan bom luncur yang sedang terbang.

Tindakan balasan ini hanya sedikit berhasil, namun skala besar pemboman Rusia di beberapa daerah—terutama di sekitar kota-kota penting seperti Kharkiv—telah membuat pasukan Ukraina kewalahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Peru Gelar Pemilihan Presiden
Luar Negeri
Presiden Korsel Nominasikan...

Korut Pantang Mundur dari Program Nuklirnya

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Korut Pantang Mundur dari P...
Megapolitan
Tukik Merangkak di Hari Lin...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.