Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Penyimpangan, Kemenag dan KPAI Perkuat Kerja Sama Pencegahan Kekerasan Seksual

📅 Jumat, 03 Jan 2025, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Penyimpangan, Kemenag dan KPAI Perkuat Kerja Sama Pencegahan Kekerasan Seksual Doc: ANTARA/HO-Kemenag
Ket. Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menggelar pertemuan dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Jakarta - Kementerian Agama dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperkuat kerja sama perlindungan anak dari kekerasan seksual, khususnya di kalangan para santri.

"Kami sangat prihatin dengan kasus kekerasan seksual di pesantren. Apalagi jika pelakunya adalah pimpinan, ini sangat memilukan," ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Kamis.

Menag mengatakan dalam upaya pencegahan dan meminimalisasi kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, maka dibutuhkan kolaborasi yang kuat di antara para pemangku kebijakan.

Khusus untuk di Kementerian Agama, utamanya di lembaga pendidikan keagamaan, Menag akan membuat panitia khusus (Pansus) yang akan menindaklanjuti kekerasan seksual yang terjadi.

"Kami akan membentuk pansus untuk menindaklanjuti kasus-kasus seperti ini. Jadi mari kita bangun kolaborasi. Kita bisa kumpulkan semua pemangku kepentingan atau stakeholder. Kita lakukan langkah tindak lanjut. Perlu ada efek jera bagi para pelaku," kata Nasaruddin.

Sementara itu, Ketua KPAI Ai Maryati menjelaskan sejumlah kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di lembaga pendidikan.

"Bukan hanya kekerasan seksual seperti pencabulan atau pemerkosaan, tetapi juga kekerasan fisik, psikis, hingga homoseksual. Situasi ini sangat mengkhawatirkan," kata Ai.

Ai juga menyampaikan bahwa pelaku kekerasan sering kali memiliki relasi kuat dengan penguasa, sehingga menyulitkan proses penanganan.

"Rekomendasi kami adalah optimalisasi program perlindungan anak, termasuk membentuk Satgas Pencegahan dan Percepatan Penanganan di lingkungan pendidikan keagamaan," kata dia.

Selain itu, Ai juga mengusulkan program “Pesantren Ramah Anak” sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan pendidikan keagamaan.

Program ini diharapkan dapat diintegrasikan dengan kebijakan Kemenag guna memastikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para santri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PLN Bawa Edukasi Kelistrika...

Aparataur Negara Harus Memberi Teladan yang Baik

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Aparataur Negara Harus Memb...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.