Perkuat Pengawasan Laut, Semua kapal Dipasang VMS pada 2025
📅 Minggu, 29 Des 2024, 15:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Harianto
SEMARANG - Seluruh kapal perikanan akan dipasang teknologi vessel monitoring system (VMS) pada 2025. Langkah itu untuk meningkatkan pengawasan sektor kelautan.
"Ada juga (kapal) yang tidak menggunakan VMS. Sehingga kalau tidak menggunakan VMS tidak keditek (terdeteksi)," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (28/12).
Trenggono mengungkapkan kondisi laut Indonesia yang semakin padat dengan aktivitas kapal, sebab puluhan ribu kapal nelayan beroperasi setiap harinya.
Kapal-kapal itu berpotensi menyebabkan overfishing yang dapat merusak ekosistem laut, yang jika dibiarkan akan berdampak buruk pada masa depan sektor kelautan Indonesia.
Dia menambahkan data satelit yang diterima menunjukkan aktivitas kapal perikanan yang sangat tinggi, dengan banyak kapal yang beroperasi di perairan Indonesia. Ada lebih dari 50 ribu kapal yang beroperasi di laut Indonesia setiap harinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tapi di 2025 saya sudah minta kepada Direktur Jenderal Tangkap, saya minta 2025 disiapkan peraturan menteri seluruh kapal perikanan, baik kapal nelayan kecil, ataupun kapal pengusaha harus menggunakan teknologi digital," ujar Trenggono.
Trenggono juga mencatat sebagian besar kapal perikanan telah dilengkapi dengan Automatic Identification System (AIS), namun masih banyak yang belum menggunakan VMS.
VMS, yang akan dipasang pada semua kapal perikanan, dapat memberikan pemantauan yang lebih akurat terhadap pergerakan kapal dan aktivitas penangkapan ikan secara real-time.
Sebaiknya Anda baca juga:
"VMS salah satunya yang bisa broadband, supaya kita bisa monitor dia gerakannya kemana dan seterusnya," terang Trenggono.
Menteri Kelautan mengungkapkan bahwa pengawasan ini penting untuk mengetahui jumlah tangkapan ikan dan dampaknya terhadap kerusakan biota laut.
Trenggono menekankan bahwa teknologi digital seperti VMS akan sangat membantu dalam menjaga keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
"Ini akan kita lakukan. Kenapa demikian? Supaya kita bisa tahu persis seberapa besar jumlah perikanan yang diambil, dan berapa besar implikasi yang ditimbulkan terhadap kerusakan biota ke laut," ucap dia.
Sebagai lulusan dari Fakultas Kelautan dan Perikanan, Trenggono mengaku memahami betul pentingnya laut dalam mendukung kehidupan manusia dan ekosistem secara keseluruhan.
Dia menjelaskan kerusakan laut dapat menyebabkan kerusakan pada siklus alam, seperti proses kondensasi yang mempengaruhi hujan dan keberlanjutan tanaman serta air.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!