Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jepang Kekhawatir Peningkatan Kekuatan Militer Tiongkok

📅 Jumat, 27 Des 2024, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jepang Kekhawatir Peningkatan Kekuatan Militer Tiongkok Doc: AFP/Toshifumi KITAMURA
Ket. Menteri Luar Negeri Jepang, Takeshi Iwaya

BEIJING - Menteri Luar Negeri Jepang, Takeshi Iwaya, pada Rabu (25/12) mengemukakan kekhawatiran yang amat serius atas pembangunan militer Tiongkok saat ia bertemu dengan mitranya Wang Yi di Beijing, kata Tokyo.

Dalam kunjungan pertamanya ke Tiongkok sejak menjadi diplomat utama Jepang pada awal 2024 , Menlu  Iwaya mengatakan kepada Menlu Wang bahwa Tokyo akan terus memantau dengan seksama situasi Taiwan dan perkembangan militer terkini, menurut Kementerian Luar Negeri Jepang .

Saat bertemu dengan Menlu Wang di Wisma Negara Diaoyutai di Beijing, ia juga menyatakan kekhawatiran serius atas situasi Laut Tiongkok  Timur (LTT), termasuk di sekitar Kepulauan Senkaku dan meningkatnya aktivitas militer Tiongkok, kata Tokyo. Selain itu, MenluIwaya menyerukan pembebasan segera warga negara Jepang yang ditahan oleh otoritas Tiongkok.

“Ketidakjelasan seputar undang-undang antispionase menyebabkan orang Jepang berpikir dua kali untuk mengunjungi Tiongkok,” ucap Menlu Iwaya.

Namun kedua menteri juga sepakat untuk mengusahakan kunjungan Wang ke Jepang secepat mungkin tahun depan.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertemuan itu akan berlangsung pada waktu yang tepat, tanpa menyebutkan diskusi mengenai manuver militer Beijing atau penahanan warga negara Jepang.

“Sebelumnya, Menlu  Iwaya bertemu dengan Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, dan setuju untuk bekerja sama demi hubungan yang konstruktif dan stabil,” lapor kantor berita Kyodo.

Ketegangan

Tiongkok dan Jepang merupakan mitra dagang utama, tetapi meningkatnya ketegangan atas wilayah yang disengketakan dan pengeluaran militer telah menggoyahkan hubungan dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, kehadiran Beijing yang lebih tegas di sekitar wilayah yang disengketakan di kawasan tersebut telah memicu kemarahan Tokyo, yang mendorongnya untuk meningkatkan hubungan keamanan dengan sekutu utama AS dan negara-negara lain.

Pada Agustus lalu sebuah pesawat militer Tiongkok menerobos untuk pertama kalinya ke wilayah udara Jepang yang dikonfirmasi oleh Beijing, diikuti beberapa pekan kemudian oleh sebuah kapal perang Jepang yang berlayar melalui Selat Taiwan untuk pertama kalinya.

Peluncuran uji coba misil balistik antarbenua yang jarang dilakukan Beijing ke Samudra Pasifik pada akhir September juga memicu protes keras dari Tokyo, yang mengatakan bahwa pihaknya tidak diberi pemberitahuan sebelumnya.

Ketegangan antara kedua belah pihak juga berkobar pada tahun 2023 atas keputusan Jepang untuk mulai melepaskan sebagian air pendingin reaktor PLTN Fukushima ke Samudra Pasifik. Tiongkok menyebut langkah tersebut egois dan melarang semua impor makanan laut Jepang.

Sementara itu pendudukan brutal Jepang di beberapa wilayah Tiongkoksebelum dan selama Perang Dunia II tetap menjadi titik sensitif lainnya, dengan Beijing menuduh Tokyo gagal menebus kesalahan masa lalunya. Kunjungan pejabat Jepang ke Kuil Yasukuni dengan tujuan memberi penghormatan pada  para korban perang Jepang, termasuk penjahat perang, kerap kali memicu kemarahan Beijing. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

24 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.