Gagal ke Semifinal, Capaian Terburuk Shin Tae-yong di Asean Cup
📅 Senin, 23 Des 2024, 07:05 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ANTARA/Mohammad Ayudha
JAKARTA - Kekalahan 0-1 dari Filipina dalam laga terakhir Grup B Piala Asean 2024 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (21/12), membuat Indonesia gagal lolos ke semifinal untuk kelima kalinya sepanjang sejarah partisipasi di ajang ini.
Gol tunggal Filipina dicetak Bjorn Martin Kristensen melalui titik putih di menit ke-63. Kekalahan membuat tim asuhan Shin Tae-yong hanya mampu finis di peringkat ketiga Grup B, di bawah Vietnam dan Filipina. Vietnam memastikan status juara grup usai mengalahkan Myanmar dengan skor telak 5-0. Prestasi ini menjadi yang terburuk bagi pelatih asal Korea Selatan itu selama menukangi Timnas Indonesia di Piala Asean (sebelumnya AFF). Shin Tae-yong sebelumnya membawa Skuad Garuda menjadi runner-uptahun2020 dan semifinalistahun 2022.
Indonesia sudah lima kali gagal mencapai babak semifinal di edisi 2007, 2012, 2014, 2018, dan kini 2024. Padahal, ajang ini selalu menjadi panggung harapan besar untuk meraih gelar pertama yang belum pernah diraih sejak turnamen bergulirtahun 1996.
Timnas Indonesia konsisten mengikuti setiap edisi, namun belum pernah berhasil keluar sebagai juara. Enam kali posisi, yakni tahun 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Hasil itu menunjukkan betapa dekatnya Skuad Garuda dengan trofi, namun tetap jauh dari genggaman.
Pengamat sepak bola Akmal Marhali menilai kegagalan Indonesia di Piala Asean 2024 bukan sepenuhnya kesalahan pemain. Dia menyoroti peran pelatih Shin Tae-yong yang dinilai gagal dalam mengambil keputusan dan strategi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pemain jangan di-bully. Mereka sudah menunjukkan perjuangan luar biasa. Pelatih lah yang harus bertanggung jawab atas kegagalan ini, termasuk dalam mengambil keputusan dan strategi,”ujar Akmal.
Menurut Akmal, pengalaman dan kedewasaan Filipina menjadi pembeda di laga ini. “Pemain kita tidak kalah secara teknik, tetapi mereka (Filipina) lebih matang dan tahu cara menang. Ini yang belum kita miliki saat ini,” sambungnya.
Dia juga menggarisbawahi pentingnya kombinasi pemain junior dan senior seperti yang diterapkan Thailand, serta optimalisasi pemain yang berkarier di luar negeri, seperti Filipina. “Regenerasi harus lebih matang. Pemain muda kita terbebani untuk menggantikan seniornya. Ini pelajaran besar yang harus diambil,” tegasnya. ben/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!