Tak Disangka, Hello Kitty Kini Berusia 50 Tahun, Jadi Saksi Imut Kisah Sukses Jepang
📅 Minggu, 22 Des 2024, 10:45 WIB | Oleh: Tim PenulisNamun, selain keahlian memanggang dan berteman, Hello Kitty memiliki sisi bisnis yang sangat serius dalam karakternya. Sanrio, perusahaan Jepang yang memilikinya, telah menggunakan beberapa strategi cerdik untuk membangun dan mempertahankan kesuksesan merek tersebut.
Kolaborasi dengan perusahaan lain merupakan bagian penting dari strateginya. Pada tahun 1996, Sanrio meluncurkan kolaborasi pertamanya dengan jaringan ritel elektronik di Hong Kong. Kolaborasi itu benar-benar berkembang tiga tahun kemudian ketika perusahaan tersebut bekerja sama dengan McDonald’s untuk menawarkan paket makanan Hello Kitty.
Promosi ini memicu kehebohan di Hong Kong dengan kesuksesan serupa di Taiwan, Jepang, dan Singapura—di mana peluncurannya pada tahun 2000 menyebabkan antrean panjang dan bahkan perkelahian. Sejumlah pelanggan dilaporkan membuang hamburger karena mereka hanya tertarik pada paket mainan desain pernikahan edisi khusus yang menampilkan Hello Kitty dan pacarnya, Dear Daniel.
Tahun ini, koleksi mainan McDonald’s edisi ulang tahun ke-50 di Singapura terjual habis dengan cepat dan segera dijual kembali secara daring.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di tempat lain, kesuksesan komersial Hello Kitty telah dikaitkan dengan kolaborasi berlisensi dengan merek-merek besar termasuk Nike, Adidas, Crocs, dan label mode Italia Blumarine.
Produk Hello Kitty kini mencakup berbagai benda, mulai dari alat tulis dan stiker hingga oven microwave, pemanggang roti, dan penyedot debu. Karakter imut ini bahkan tampil di gitar listrik Fender Stratocaster dan perhiasan Swarovski.
Ada juga dua taman hiburan berlisensi resmi di Jepang, Sanrio Puroland (di Tokyo) dan Harmonyland (di ?ita), serta satu lagi yang akan dibuka di pulau Hainan, China pada tahun 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk melengkapi serial animasi dan film, komik, buku, dan permainan video, tahun depan Hello Kitty akan mengikuti jejak Barbie untuk muncul dalam film live-action yang diproduksi oleh Warner Bros. Sutradara film tersebut, Jennifer Coyle, mengatakan tayangan ini akan “menyebarkan pesan cinta, persahabatan, dan inklusivitas yang dijunjung tinggi oleh Hello Kitty”.
Namun, terlepas dari semua proyek ini, Sanrio mulai melakukan diversifikasi karakter. Hello Kitty kini menguasai 60% bisnis perusahaan tersebut di AS (99% pada tahun 2013) dan hanya 30% di seluruh dunia. Karakter lain mulai mengisi ruang yang sebelumnya didominasi Hello Kitty.
Menurut peringkat popularitas karakter Sanrio 2024, Hello Kitty menempati posisi kelima, dengan Cinnamoroll (seekor anjing berpipi merah muda) di posisi teratas.
Karya-karya baru lainnya seperti Gudetama (kuning telur yang apatis) dan Aggretsuko (panda merah yang pemarah) menandai pergeseran penting dalam fokus Sanrio. Dari karakter-karakter imut yang menggemaskan, kini mereka beralih ke karakter-karakter yang mencerminkan isu sosial.
Aggretsuko, misalnya, menghadapi diskriminasi gender, kecemasan sosial, dan buruknya keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan. Sementara itu, Gudetama menjadi simbol perjuangan dan aspirasi kaum muda di Jepang.
Namun, seiring datang dan perginya karakter baru, ekspresi khas Hello Kitty tetap tidak akan berubah, seperti yang telah terjadi selama 50 tahun. Wajah dengan tatapan yang sulit dipahami ini merefleksikan kesuksesan komersial yang luar biasa dalam lima dekade.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!