Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terancam Punah, Taman Safari Indonesia dan Kebun Binatang Jepang Bekerja Sama Kembangbiakkan Orangutan

📅 Sabtu, 04 Apr 2026, 15:10 WIB | Oleh:
Terancam Punah, Taman Safari Indonesia dan Kebun Binatang Jepang Bekerja Sama Kembangbiakkan Orangutan Doc: Kyodo
Ket. Foto yang disediakan menunjukkan Jennifer, seekor orangutan Borneo betina, pada 13 Desember 2025.

MATSUYAMA - Sebuah kebun binatang di Jepang barat bermaksud mengembangbiakkan orangutan, satwa yang terancam punah, dengan memasangkan orangutan jantan di kebun binatang tersebut dengan orangutan betina dari kebun binatang di Indonesia berdasarkan perjanjian konservasi satwa liar yang langka.

Hayato, seekor orangutan Borneo jantan berusia 15 tahun di Kebun Binatang Tobe, Prefektur Ehime, telah mencapai usia kawin, tetapi kebun binatang tersebut kesulitan menemukan pasangan karena spesies ini terbatas di Jepang dan terdaftar sebagai spesies yang terancam punah dalam Daftar Merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam.

Titik balik terjadi pada tahun 2018, ketika Taman Safari Indonesia mengusulkan peluncuran proyek konservasi orangutan bersama dengan kebun binatang yang dikelola prefektur tersebut, sebuah fasilitas yang sebelumnya telah berhasil mengembangbiakkan orangutan Sumatera.

Prefektur Ehime dan Indonesia menandatangani perjanjian konservasi satwa liar pada tahun 2024, diikuti oleh perjanjian pinjaman pengembangbiakan antara kedua kebun binatang pada April 2025.

Kebun binatang Tobe menyambut seekor orangutan Borneo betina bernama Jennifer pada Desember 2025, sehingga jumlah orangutan di kebun binatang tersebut menjadi tiga, termasuk seekor orangutan Sumatera.

Orangutan betina berusia 15 tahun itu telah dipamerkan kepada publik sejak Maret dan sudah menarik banyak pengunjung. Orangutan Borneo memasuki usia berkembang biak antara 12 dan 15 tahun.

"Dia cerdas, lembut, dan suka makan, terutama jeruk dari Prefektur Ehime," kata pengasuhnya, Eriko Inoue.

"Kami berharap perjodohan ini berhasil," katanya. Ia berharap pengunjung akan mempelajari tentang situasi yang dihadapi orangutan liar melalui Jennifer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.