Stok BBM Solar untuk Nelayan Dijamin Aman Selama Periode Nataru
Rabu, 18 Des 2024, 14:58 WIBJAKARTA â Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kesiapan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar untuk nelayan di seluruh Indonesia.
"Kami datang bersama BPH Migas dan PT Pertamina untuk memastikan kesiapan stok BBM nelayan di seluruh Indonesia," katanya saat kunjungan kerja ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) 88.971.01 Tantui, Ambon, Maluku, Rabu (18/12).
Dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Menteri Bahlil mengatakan Maluku adalah salah satu hub untuk wilayah Maluku Utara dan Papua.
"Jadi, kami juga ingin memastikan aktivitas nelayan tetap berjalan lancar selama Natal dan tahun baru (Nataru). Alhamdulillah stok BBM di sini aman," ujar Bahlil saat peninjauan dalam rangka memastikan kesiapan sektor energi dalam menghadapi perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Dari hasil kunjungannya, Bahlil mengungkapkan bahwa stok BBM yang ada di SPBUN Tantui saat ini sudah cukup untuk melayani kebutuhan para nelayan.
"Kapasitasnya bisa sampai 20-21 hari, jadi masuk dalam kategori yang aman. Dari sisi harga juga tidak mahal, harganya sesuai dengan harga subsidi yang ditetapkan,â tambahnya.
SPBUN Tantui saat ini melayani penjualan BBM Biosolar dan Dexlite bagi nelayan dengan rata-rata penyaluran harian mencapai 4,5 kiloliter untuk produk Solar dan 2,5 kiloliter per hari untuk produk Dexlite.
Harga solar subsidi ditetapkan sebesar Rp6.800 per liter sesuai kebijakan pemerintah, sedangkan harga Dexlite sesuai pasar yang berada Rp13.700 per liter.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan yang turut mendampingi Menteri ESDM dalam kunjungan tersebut, mengatakan pihaknya selalu memastikan suplai energi ke masyarakat termasuk nelayan dapat berjalan dengan baik.
"Pertamina Patra Niaga terus menjalankan amanah dari pemerintah dan Kementerian ESDM untuk menyalurkan bahan bakar Solar subsidi guna mendukung keberlanjutan aktivitas nelayan. Dengan kesiapan stok BBM yang terjamin, nelayan di wilayah Ambon, Maluku diharapkan dapat menjalankan aktivitas mereka dengan baik," sebut Riva.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ternyata Ini Alasan Presiden Prabowo Tak Hadiri WEF 2025
-
Tekan Inflasi Jelang Lebaran, Pemprov DKI Gelar Pasar Murah Ramadan di 44 Kecamatan
-
Demi Keselamatan dan Keamanan, Warga Makassar Diminta Kurangi Melaut
-
Jakarta Popsivo Polwan Raih Kemenangan Lawan Medan Falcons
-
Unpatti-BNN MalukuKkerja Sama Cegah Peredaran Narkoba di Kampus
-
Kasatgaswil Aceh Safrizal ZA: 4.401 Huntara Rampung
-
Pemprov DKI Jakarta Siap Ikuti Arahan Pemerintah Pusat soal Kebijakan WFH
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.