Anggota DPR Duga Polisi Tembak Warga di Kalteng untuk Beli Sabu
📅 Rabu, 18 Des 2024, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Koran Jakarta/M. Fachri
Anggota DPR RI menduga aparat kepolisian yang menembak warga hingga meninggal dunia dan mencuri mobil korban karena didasari ingin membeli narkoba.
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Hinca Ikara Putra Panjaitan menduga anggota Kepolisian Resor Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Brigadir AKS menembak warga hingga meninggal dunia dan mencuri mobil korban karena ingin membeli narkoba jenis sabu.
Hinca menduga hal itu karena berdasarkan pernyataan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Inspektur Jenderal Polisi Djoko Perwanto yang mengatakan bahwa Brigadir AKS melakukan aksinya itu saat menggunakan sabu.

Bahas Kasus Penembakan lKapolda Kalimantan Tengah Irjen Polisi Djoko Poerwanto (ketiga kiri) dan Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Polisi Nicolas Ary Lilipaly (kiri) serta jajaran, mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDPU) dengan Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (17/12). RDPU tersebut di antaranya mendengarkan penjelasan Kapolda Kalimantan Tengah terkait kasus pembunuhan terhadap warga yang dilakukan oleh anggota Polresta Palangkaraya dan mendengarkan penjelasan Kapolres Metro Jakarta Timur dan Dwi Ayu Darmawati terkait kasus penganiayaan oleh anak bos toko roti terhadap karyawan toko roti di Jl. Raya Penggilingan, Cakung.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dugaan saya mungkin dia butuh uang untuk sabu itu, jadi dia dikejar-kejar pengaruh sabu, mengambil uang apa saja dengan menggunakan kekuasaannya,” kata Hinca saat rapat dengan Polda Kalimantan Tengah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (17/12).
Hinca mengatakan tindakan yang dilakukan anggota Polresta Palangkaraya Brigadir AKS itu sangat luar biasa.
Menurut ia, tindakan yang dilakukan Brigadir AKS itu tergolong sadis karena pembunuhan yang dilakukan tidak setimpal dengan nilai pencurian. Ia juga menyatakan aksi penggunaan senjata api oleh Brigadir AKS tidak masuk akal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk itu, Hinca meminta kepada Kapolda Kalteng tidak membubarkan terlebih dahulu tim penyidik kasus Brigadir AKS karena polisi harus membongkar jaringan narkotika yang memasok anggota polisi itu.
“Jangan-jangan jaringan narkotika penyuplai sabu kepada oknum polisi itu berkaitan dengan gembong narkoba asal Kalimantan Selatan karena bandar narkoba itu kini sedang diburu oleh aparat penegak hukum. Saya yakin juga punya indera penciuman bahwa penggunaan senjata api membunuh dengan target seseorang menurut saya ada penyebabnya,” katanya.
Gunakan Sabu
Sebelumnya, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Polisi Djoko Poerwanto mengungkapkan bahwa anggota Polresta Palangkaraya berinisial Brigadir AKS diduga menggunakan narkotika jenis sabu saat melakukan penembakan terhadap warga berinisial BA hingga meninggal dunia.
Kapolda mengatakan bahwa polisi telah melakukan pengecekan alat bukti dan tes urine terhadap Brigadir AKS. Dari pemeriksaan yang disokong Mabes Polri, Brigadir AKS positif narkoba.
“Jadi, bapak/ibu sekalian bahwa dugaan saudara Anton dalam melakukan perbuatan pidana, dia menggunakan narkotika jenis sabu-sabu,” kata Djoko saat rapat dengan Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!