Lansia Dan Difabel Difasilitasi Terowongan Silaturahmi
📅 Sabtu, 14 Des 2024, 01:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Galih Pradipta
JAKARTA – Keberadaan terowongan silaturahmi yang menghubungkan masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta memang dirancang ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas (difabel). Salah satunya dalam terowongan tersebut juga dilengkapi dengan lift.
“Terowongan Silaturahmi berada di sisi timur masjid dan difasilitasi dengan lift di kedua pintu masuknya,” kata Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Hanugroho mengatakan dengan adanya lift, maka lansia dan difabel tidak perlu melewati tangga saat berjalan di dalam terowongan.
Terowongan yang dikerjakan selama kurang lebih 10 bulan itu memiliki panjang 28,3 meter dengan lebar 4,1 meter serta tinggi 3 meter.
Terowongan dibangun dengan gaya modern yang menonjolkan eksterior menggunakan material transparan. Ini memberi keindahan, namun desain Istiqlal dari Katedral tidak terhalang terowongan.
Begitu pula sebaliknya. Kecantikan Katedral juga tetap terlihat dari Istiqlal.
Secara fungsional terowongan dibangun untuk mobilisasi umat dari Istiqlal ke Katedral atau sebaliknya. Fungsi tersebut sesuai dengan Astacita Presiden ke delapan untuk memperkuat penyelarasan kehidupan harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya.
“Jugameningkatkan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat adil dan makmur,” ujar Hanugroho. Pembangunan terowongan dikerjakan setelah renovasi besar masjid Istiqlal 2021. Renovasi tersebut pertama kalinya dilakukan sejak 42 tahun lalu atau sejak diresmikan 22 Februari 1978.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hanugroho mengungkapkan, perlu waktu sekitar dua tahun untuk merenovasi Istiqlal. Ada beberapa bagian yang direnovasi. Contoh, memperbarui aspek tata pencahayaan. Ini lalu dilengkapi teknologi terbaru sebagai inovasi bangunan hijau. Adapun anggaran pembangunannya mencapai 38 miliar.
“Dalam pembangunannya, kami berkomitmen tetap menjaga nilai sejarah dan budaya yang telah melekat pada bangunan masjid Istiqlal secara keseluruhan,” tutur dia. Sebelumnya, September lalu, Paus Fransiskus menyambangi terowongan ini saat mengunjungi Istiqlal.
Pemimpin tertinggi Gereja Katolik yang sekaligus Kepala Negara Vatikan itu berpendapat, terowongan tersebut sebagai simbol memperkuat persaudaraan. Terowongan Istiqlal-Katedral garapan PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto Kamis (12/12).
Sebaiknya Anda baca juga:
Bangunan bawah tanah yang menghubungkan masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral tersebut menjadi simbol harmoni dan toleransi antarumat beragama Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!