Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penjual Mobil Seken Masih Ragu Jual Mobil Listrik Bekas, Ini Alasannya

📅 Jumat, 13 Des 2024, 09:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penjual Mobil Seken Masih Ragu Jual Mobil Listrik Bekas, Ini Alasannya Doc: ANTARA/Pamela Sakina
Ket. Mobil listrik bekas Wuling Airev di Bursa Otomotif Mangga Dua Square, Jakarta Utara, Kamis (12/12/2024).

JAKARTA - Penjual mobil seken ada yang masih was-was menjual mobil listrik bekas, antara lain karena nilai kendaraan elektrik bekas cepat menurun dan angka penurunannya dianggap cukup besar.

Menurut petinggi Focus Motor Group, perusahaan yang sudah 25 tahun menggeluti bisnis mobil seken, penurunan nilai kebanyakan model mobil listrik saat ini bisa mencapai belasan juta per bulan.

"Contoh Wuling Airev, itu bisa setiap bulan turun harganya Rp10 juta sampai Rp15 juta," kata Chief Operating Officer Focus Motor Group Azka Maulana di kantor Focus Motor di daerah Mangga Dua, Jakarta Utara, Kamis (12/12).

"Karena hampir setiap bulan juga mobil listrik China mengeluarkan model baru, jadi konsumen ini banyak sekali pilihan dan harganya murah-murah," kata dia.

Selain itu, Azka mengungkapkan, Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mobil listrik sering kali menurunkan harga dalam rentang waktu pendek.

Hal itu dilakukan oleh pemegang merek antara lain agar bisa bersaing di tengah maraknya jenama mobil listrik yang berdagang di pasar Indonesia.

Penurunan harga mobil listrik yang dilakukan secara tiba-tiba bisa meningkatkan risiko penjual mobil bekas merugi.

Pemilik Bursa Otomotif Mangga Dua Square sekaligus CEO Focus Motor Group Agustinus memberikan gambaran, perusahaannya pernah membeli mobil listrik bekas dari seorang konsumen seharga Rp300 juta tidak lama setelah peluncuran.

Beberapa bulan kemudian, menurut dia, harga mobil tersebut anjlok menjadi sekitar Rp169 juta karena varian baru yang lebih murah diluncurkan.

Agustinus berharap pemerintah memikirkan regulasi mengenai batasan penurunan harga mobil listrik agar usaha penjualan mobil, termasuk mobil listrik bekas, bisa stabil.

"Karena kebijakannya juga masih belum jelas. Harusnya pemerintah bisa memberikan batasan sehingga harga jangan sampai turun terus, dari sisi financing juga jadinya tidak mau membiayai mobil listrik ya," katanya.

"Jadi, finance-finance besar itu mereka masih berfikir juga, nanti saya udah beli mobilnya Rp400 juta, besok harga Rp200 juta, konsumen tidak mau bayar," ia menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.