Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Dispepsia, Gangguan Pencernaan Serta Pengobatannya dari IDI Betun

📅 Kamis, 12 Des 2024, 17:05 WIB | Oleh:
Mengenal Dispepsia, Gangguan Pencernaan Serta Pengobatannya dari IDI Betun Doc: iStockphoto

Dispepsia, atau lebih dikenal sebagai maag akut, adalah gangguan pencernaan yang kerap menimbulkan rasa tidak nyaman di perut bagian atas. Gejala yang dialami penderita bervariasi, mulai dari nyeri ulu hati, kembung, hingga rasa penuh yang muncul meski baru makan dalam porsi kecil. Meski sering dianggap sepele, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan baik.

IDI Betun dengan alamat website idibetun.org berperan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pelayanan medis yang lebih inovatif serta peningkatan edukasi kesehatan, khususnya tentang penyakit pencernaan.

Apa saja penyebab terjadinya dispepsia?

IDI Betun menjelaskan terdapat beberapa penyebab penyakit dispepsia. Penyebab dispepsia dapat bervariasi dan sering kali terkait dengan gaya hidup serta kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa penyebab utama dispepsia meliputi:

1. Pola makan yang tidak sehat

Salah satu faktor utama dispepsia adalah makan secara berlebihan atau terburu-buru dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada perut. Selain itu, sebagian masyarakat Indonesia gemar mengonsumsi makanan pedas. Makanan ini dapat meningkatkan produksi asam lambung dan menyebabkan iritasi.

2. Obesitas atau kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan memang menjadi faktor berbagai penyakit. Berat badan berlebih dapat memberikan tekanan tambahan pada lambung, meningkatkan risiko terjadinya dispepsia.

3. Mengonsumsi minuman beralkohol dan kafein

Salah satu penyebab dispepsia adalah minuman beralkohol atau kafein. Minuman ini seperti kopi yang mengandung banyak kafein. Minuman ini dapat mengiritasi lambung dan memperburuk gejala apabila dikonsumsi secara berlebihan.

4. Adanya gangguan kesehatan lain

Dispepsia juga terjadi karena penyakit asam lambung (GERD), gastritis, tukak lambung, dan gangguan pada pankreas atau saluran empedu. Penting untuk berkonsultasi pada dokter untuk mendapat penanganan dan diagnosis dispepsia.

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk mengobati dispepsia?

Untuk mengatasi dispepsia, terdapat beberapa jenis obat yang dapat direkomendasikan berdasarkan penyebab dan gejala yang dialami. Berikut adalah obat-obatan yang umum digunakan untuk mengobati dispepsia meliputi:

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Megapolitan
Minggu Sore Hujan Mengintai...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.