Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak Kerbau Mati di Bengkulu, Kementan Tangani Segera agar Tak Meluas

📅 Kamis, 12 Des 2024, 09:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Banyak Kerbau Mati di Bengkulu, Kementan Tangani Segera agar Tak Meluas Doc: Ditjen PKH Kementan
Ket. Bengkulu – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat menanggapi kematian sejumlah kerbau di Kota Bengkulu dengan menurunkan Tim Investigasi Penyakit Hewan dari Balai Veteriner (BVet) Lampung

JAKARTA– Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat menanggapi kematian sejumlah kerbau di Kota Bengkulu dengan menurunkan Tim Investigasi Penyakit Hewan dari Balai Veteriner (BVet) Lampung. Tim yang tiba pada 7 Desember 2024 itu langsung melakukan pemeriksaan lapangan, pengambilan spesimen, dan analisis lingkungan untuk mengidentifikasi penyebab kematian.

Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Imron Suandy, mengungkapkan bahwa dari enam sampel yang diuji di Laboratorium Bioteknologi BVet Lampung, dua di antaranya dinyatakan positif Septicaemia epizootica (SE) atau dikenal sebagai penyakit ngorok, penyakit menular yang sering menyerang kerbau dan sapi. 

"Tim kami terus berkoordinasi dengan dinas peternakan setempat untuk memantau situasi dan memberikan informasi terbaru kepada pihak terkait," ujar Imron di Kantor Kementan Jakarta, pada Rabu, 11 Desember 2024.

Kepala BVet Lampung, Suryantana, menjelaskan bahwa selain melakukan pengambilan sampel, tim juga mengedukasi peternak melalui pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). "Penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan dicegah melalui vaksinasi. Kami juga mengingatkan peternak untuk tidak menjual atau memindahkan ternak yang sakit agar penyebaran kasus dapat dikendalikan," kata Suryantana.

Langkah ini didukung pengobatan langsung pada 20 ekor kerbau yang sakit oleh tim kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu. Selain itu, tim juga menekankan pentingnya pengelolaan limbah pemotongan dan pengangkutan ternak agar agen penyakit tidak menyebar lebih luas.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Henny Kusuma Dewi, mencatat bahwa hingga kini, 47 kerbau telah mati, termasuk akibat potong paksa, dari total populasi 370 ekor. Selain itu, sebanyak 1.093 ternak kerbau dan sapi di wilayah ini teridentifikasi berisiko terpapar penyakit serupa.

"Dengan langkah cepat dari Kementan dan tim daerah, kami optimistis kasus ini dapat ditekan dan penyebarannya dicegah ke wilayah lain," kata Henny.

Kementan menegaskan komitmennya dalam mendampingi peternak dan memastikan ternak dalam kondisi sehat. Upaya ini untuk mencegah kerugian ekonomi akibat penyakit dan mendukung ketahanan pangan nasional sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.