Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Problem kota besar adalah masalah limbah

📅 Rabu, 11 Des 2024, 01:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Problem kota besar adalah masalah limbah Doc: ANTARA/Alif Bintang
Ket. Peletakan batu pertama pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat TB Simatupang di Cilandak, Jakarta, diresmikan oleh Penjabat Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi Selasa (10/12). Sistem ini untuk mengolah air limbah domestik dari permukiman

JAKARTA – Pemprov Jakarta mengharapkan layanan pengelolaan air limbah perkotaan yang lebih efektif dan dengan cakupan lebih luas. “Untuk keperluan ini Pemprov membangun “Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat atau SPALDT,” tutur Penjabat Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi.

1733842535_1b4d4b38a6eac6451754.jpg

Peletakan batu pertama pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat TB Simatupang di Cilandak, Jakarta, diresmikan oleh Penjabat Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi Selasa (10/12). Sistem ini untuk mengolah air limbah domestik dari permukiman maupun komersial.

Dia mengungkapkan ini saat meresmikan groundbreaking pembangunanSPALDTdi Kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (10/12).

Menurutnya, Kawasan TB Simatupang menjadi lokasi yang cukup strategis untuk dikembangkan SPALDT karena perpaduan antara kawasan pusat aktivitas komersial dan permukiman warga.

Pembangunan SPALDT dilaksanakan sebagai upaya menyediakan layanan pengelolaan air limbah. Teguh berharap agar warga maklum bila ada gangguan selama pembangunan SPALDT. “Mungkin ada gangguan-gangguan bagi warga. Saya mohon pengertian dan dukungannya agar proses pembangunan ini bisa berjalan lancar,” tutur Teguh.

Sementara itu, Dirut Perumda PAM Jaya, Arif Nasruddin, menambahkan, pembangunan SPALDT merupakan hasil sinergi PAM Jaya dengan Perumda Paljaya di atas lahan hampir 10 hektare. Di sini juga akan dibangun green house untuk penguatan pangan. “Jadi di sini dimanfaatkan untuk air bersih, air limbah, dan pangan. Untuk Paljaya mungkin memakai lahan sekitar 2.000-3.000 meter persegi untuk IPAL,” kata Arif.

Sedangkan Direktur Utama Paljaya, Untung Suryadi, mengutarakan, SPALDT tahap pertama diharapkan dapat rampung dalam 18 bulan. Ini untuk memberi manfaat sebanyak 114.000 jiwa. Untung merincikan, wilayah layanan SPALDT akan menjangkau kecamatan Cilandak, Pasar Minggu, dan Kebayoran Lama. Juga area komersial sepanjang Jalan TB Simatupang.

Menurut Teguh, pembangunan SPALDT adalah upaya Pemprov Jakarta dalam menjamin keberlanjutan pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik. Ini juga menjadi komitmen dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga untuk mendukung transformasi menuju kota global.

“Bicara air bersih, khususnya air minum, harus ada standar minimal pelayanan. Ini merupakan urusan yang sangat esensial dan wajib karena terkait pelayanan dasar,” jelas Teguh. Maka, dia mengapresiasi Perumda PAM Jaya yang menargetkan cakupan pelayanan air bersih mencapai 100 persen masyarakat Jakarta.

Bahkan, tahun ini ditargetkan sebanyak 50.000 sambungan air perpipaan telah terpasang. Kemudian, 130.000 sambungan baru, terpenuhi pada tahun depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

51 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.