Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peran Penting Kelenjar Timus yang Dianggap Tidak Berguna

📅 Rabu, 11 Des 2024, 06:15 WIB | Oleh:

Ketika para peneliti membandingkan plasma darah dari 22 orang yang timusnya telah diangkat dengan plasma dari 19 pasien kontrol, mereka menemukan pasien timektomi memiliki lebih sedikit penanda biologis yang menunjukkan tubuh memproduksi jenis sel T baru yang berbeda.

Itu menunjukkan bahwa bahkan timus dewasa masih dapat menghasilkan jenis sel T matang yang baru. Plasma pasien timektomi juga mengandung lebih banyak molekul yang memicu peradangan, yang menunjukkan pasien dapat mengembangkan gangguan autoimun.

Kurangnya keragaman sel T kemungkinan membuat orang lebih rentan terhadap penyakit menular, kata Scadden, terutama terhadap patogen seperti SARS-CoV-2 yang tidak pernah ditemui saat anak-anak ketika timus mereka paling aktif.

Tanpa timus, sistem imun akan kesulitan mengembangkan sel T untuk menargetkan ancaman baru. Ia menduga bahwa vaksin juga mungkin kurang efektif pada individu ini karena tidak dapat meningkatkan respons imun yang efektif, meskipun hal ini belum pernah dipelajari secara langsung.

“Eksperimen ini elegan,” kata Dong-Ming Su, seorang imunolog di University of North Texas Health Science Center di Fort Worth yang tidak terlibat dalam penelitian itu.

Temuan tersebut, kata dia, memberikan bukti kuat bahwa timus masih berfungsi pada orang dewasa. Su menduga bahwa timektomi dapat memperpendek rentang hidup seseorang secara keseluruhan, meskipun penelitian saat ini tidak cukup lama mengamati subjeknya untuk mengetahuinya.

Peningkatan angka kanker pada pasien dengan pengangkatan timus juga menunjukkan bahwa sel T dari timus memainkan peran penting dalam menanggapi dan mencegah kanker, van den Brink menambahkan. Dan prosedur tersebut mungkin lebih berbahaya pada orang dewasa, katanya, karena timus anak-anak tampaknya meregenerasi diri sendiri.

Penelitian lain baru-baru ini menunjukkan bahwa pengangkatan amandel, yang juga umum dilakukan pada anak-anak, dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh dalam jangka panjang dan menyebabkan peningkatan risiko penyakit menular, alergi, dan penyakit pernapasan.

Namun, meskipun kedua organ tersebut mungkin kurang dihargai, Scadden mengatakan amandel dan timus sangat berbeda: Sel-sel kekebalan di tempat lain dalam tubuh setidaknya dapat mengkompensasi sebagian hilangnya amandel di saluran pernapasan. Namun, hanya timus yang dapat menghasilkan jenis sel T dewasa yang baru.

“Penelitian di masa mendatang dapat menentukan apakah terapi gen atau sel dapat memulihkan fungsi timus pada orang yang telah mengangkatnya,” kata Su.  hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.