Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gawat, Akankah Perang Dagang Terjadi, Tiongkok Luncurkan Penyelidikan Antimonopoli terhadap Nvidia

📅 Rabu, 11 Des 2024, 02:00 WIB | Oleh:
Gawat, Akankah Perang Dagang Terjadi, Tiongkok Luncurkan Penyelidikan Antimonopoli terhadap Nvidia Doc: istimewa
Ket. Tiongkok

BEIJING – Tiongkok, pada 9 Desember, mengatakan telah meluncurkan penyelidikan terhadap Nvidia atas dugaan pelanggaran undang-undang antimonopoli negara tersebut, dalam sebuah langkah yang kemungkinan akan dilihat sebagai tindakan balasan terhadap pembatasan cip yang dilakukan Washington baru-baru ini.

Administrasi Negara untuk Pengaturan Pasar Tiongkok mengatakan produsen cip Amerika Serikat itu juga diduga melanggar komitmen yang dibuatnya saat mengakuisisi Mellanox Technologies, sesuai dengan persyaratan yang diuraikan dalam persetujuan bersyarat regulator tahun 2020 atas kesepakatan itu.

Ia tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana Nvidia mungkin telah melanggar undang-undang antimonopoli Tiongkok.Nvidia tidak segera menanggapi permintaan komentar. Saham perusahaan turun 2,2 persen dalam perdagangan prapasar setelah pengumuman regulator Tiongkok tersebut.

Investigasi tersebut dilakukan setelah AS minggu lalu melancarkan tindakan keras ketiga dalam tiga tahun terhadap industri semikonduktor Tiongkok, yang menyebabkan Washington membatasi ekspor ke 140 perusahaan, termasuk pembuat peralatan cip.

Nvidia telah menikmati peningkatan permintaan dari Tiongkok, meskipun hal ini telah terganggu selama setahun terakhir oleh upaya AS untuk menghentikan Tiongkok memperoleh cip tercanggih di dunia.

Persaingan Ketat

Sebelum pembatasan AS, Nvidia mendominasi pasar cip AI di Tiongkok dengan pangsa lebih dari 90 persen. Namun, saat ini Nvidia menghadapi persaingan yang semakin ketat dari para pesaing domestik, yang paling utama adalah Huawei.

Ketika perusahaan AS mengajukan tawaran sebesar 6,9 miliar untuk mengakuisisi perancang cip Israel Mellanox Technologies pada tahun 2019, muncul kekhawatiran bahwa Tiongkok dapat memblokir kesepakatan tersebut karena ketegangan perdagangan AS-Tiongkok.

Namun, Beijing kemudian menyetujui kesepakatan tersebut pada tahun 2020 dengan beberapa syarat bagi Nvidia dan operasi entitas gabungan di Tiongkok, termasuk larangan pemaksaan penggabungan produk, persyaratan perdagangan yang tidak masuk akal, pembatasan pembelian, dan perlakuan diskriminatif terhadap pelanggan yang membeli produk secara terpisah. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.