BRIN Buat Terobosan dengan Perkenalkan Pestisida Ramah Lingkungan Berbasis Tanaman Mimba
Jumat, 06 Des 2024, 18:25 WIBJAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan pestisida nabati berbasis tanaman mimba yang dinilai dapat menjadi solusi efektif dan ramah lingkungan untuk pengelolaan serangga hama.
Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Dodin Koswanudin mengatakan mimba (azadirachta indica) dikenal sebagai tanaman banyak manfaat, terutama dalam pengelolaan serangga hama. Daun, biji, dan kulit kayunya mengandung senyawa aktif seperti azadirachtin yang efektif sebagai insektisida alami.
âPestisida nabati mimba sangat potensial, tidak hanya mengendalikan serangga hama, tetapi juga mengurangi dampak buruk lingkungan,â kata Dodin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/12).
Dodin menyebutkan beberapa keunggulan pestisida nabati berbasis mimba dibandingkan pestisida kimia sintetik. Salah satunya adalah mekanisme kerja yang kompleks, sehingga hama lebih sulit mengembangkan resistensi.
Selain itu, pestisida nabati ini aman bagi musuh alami hama, seperti predator dan parasit yang penting dalam ekosistem pertanian.
Selain sebagai insektisida, kata Dodin, mimba juga memiliki efek antifungal dan antimikroba yang dapat membantu mengendalikan penyakit tanaman.
âKami menemukan biji mimba efektif tidak hanya untuk mengendalikan serangga, tetapi juga penyakit yang disebabkan jamur,â imbuh dia.
Dalam berbagai uji coba, pestisida nabati berbasis mimba telah diaplikasikan pada sejumlah tanaman hortikultura dan pangan, termasuk bawang merah, padi, cabai, edamame, dan kentang.
Dodin menerangkan daun mimba dicampur dengan air dan diaplikasikan langsung ke tanaman. Hasilnya, ada penurunan signifikan dalam serangan hama, terutama pada tanaman yang daunnya tegak seperti bawang.
Namun, efektivitas mimba sering kali dipengaruhi oleh dosis dan metode aplikasi. Dalam penelitian tanaman padi, pestisida mimba menunjukkan hasil signifikan dalam mengurangi serangan wereng coklat.
âKami melakukan pengamatan selama tujuh kali aplikasi, dan hasilnya menunjukkan penurunan populasi yang nyata dibandingkan kontrol tanpa perlakuan,â jelas Dodin.
Adapun kendala dalam penerapan pestisida nabati mimba di lapangan, lanjut dia, salah satunya adalah sulitnya mencampur ekstrak mimba dengan air tanpa menggunakan bahan tambahan.
Dodin menekankan pentingnya kolaborasi antara peneliti, pemerintah, dan petani untuk mengembangkan pestisida nabati seperti mimba. Dia juga berharap lebih banyak penelitian dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan kepraktisan pestisida nabati.
âPestisida nabati seperti mimba adalah masa depan pertanian yang berkelanjutan. Dengan formulasi dan edukasi yang tepat, kita bisa mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia dan menciptakan pertanian yang lebih ramah lingkungan,â kata Dodin. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sektor Pertanian Sumbang 14,35 Persen PDB Nasional, Tetap Jadi Penggerak Utama Ekonomi
-
Pelaku Seni Difasilitasi Pemkab Bantul untuk Berekspresi Melalui Festival Budaya
-
ASN di Aceh Diduga Terafiliasi NII, Wamenag Minta Hati-hati Menyikapi, Tak Boleh Gegabah Menyebut Teroris
-
Kereta Ekonomi Kerakyatan Jadi Primadona Mudik 2026, Okupansi Tembus 58 Persen
-
Peneliti BRIN Ungkap Tantangan Implementasi AI pada Sektor Kesehatan
-
Sabalenka Perpanjang Rekor Tie-Break, Tundukkan Fernandez
-
Langit Depok Bikin Heboh, Benda Bercahaya Biru Diduga UFO, BRIN Buka Fakta Mengejutkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.