Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Bogor Tak Perlu Khawatir, Tahun Depan Transpakuan Masih Beroperasi

📅 Kamis, 05 Des 2024, 03:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Bogor Tak Perlu Khawatir, Tahun Depan Transpakuan Masih Beroperasi Doc: ANTARA/Shabrina Zakaria
Ket. Transportasi massal Biskita Transpakuan di Kota Bogor, Jawa Barat.

JAKARTA - Meski tak lagi disubsidi pemerintah pusat, Transportasi massal Biskita Transpakuan Kota Bogor dipastikan tetap beroperasi melayani masyarakat dua koridor pada tahun 2025. “Biskita Transpakuan hanya beroperasi di dua koridor, agar tidak ada unit bus yang dikurangi dan dapat mempengaruhi waktu tunggu penumpang,” tegas Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, Rabu.

“Jadi kita berharap waktu tunggu semakin cepat, maka mengurangi koridor. Kita berharap tetap ada layanan Biskita,” jelas Marse. Dia menyebutkan, dua koridor Biskita Transpakuan yang beroperasi tahun depan merupakan koridor dengan load factor tertinggi.

Berdasarkan hasil evaluasi Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), load factor Biskita Transpakuan September semua koridor juga menunjukkan tren positif. Dari data BPTJ disebutkan, koridor 1 mencapai 65,23 persen, koridor 2 melebihi target di angka 111,89 persen. Lalu, koridor 5 mencapai 49,67 persen, dan koridor 6 sebesar 23,65 persen. Yang akan dipertahankan koridor 1 dan 2.

“Demand tertinggi berada di koridor 1 dan 2. Sayang kalau dihapus karena warga sudah terbiasa menggunakan biskita,” ujarnya. DPRD Kota Bogor menganggarkan 10 miliar tahun 2025. Ini untuk kelanjutan operasional transportasi massal Biskita Transpakuan yang tidak lagi disubsidi pemerintah pusat,tahun depan.

Marse mengatakan, awalnya Dishub Kota Bogor mengajukan 30 miliar untuk pelayanan empat koridor. Namun anggaran yang disetujui sebesar 10 miliar untuk operasional Biskita Transpakuan selama enam bulan. “Jadi nanti menganggarkan lagi di perubahan,” jelasnya.

Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menuturkan, operasional Biskita Transpakuan akan berlanjut dengan mekanisme yang sama selama ini. Modelnya adalah pembelian layanan atau buy the service (BTS). “Karena anggaran terbatas, saat ini baru bisa menganggarkan BTS sekitar 10 miliar untuk tahun depan,” jelas Adityawarman.

Masih isu di Kota Bogor. Kali ini tentang kerja sama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melalui anak usahanya, BNI Ventures yang menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mengembangkan ekosistem perusahaan rintisan ­(startup). Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.