Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Risiko Gejolak Global, Berikut Strategi Pemerintah melalui APBN untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

📅 Rabu, 04 Des 2024, 13:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Risiko Gejolak Global, Berikut Strategi Pemerintah melalui APBN untuk Jaga Stabilitas Ekonomi Doc: ANTARA/HO-Kementerian Keuangan.
Ket. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam acara 12th US - Indonesia Investment Summit di Jakarta, Selasa (26/11/2024).

JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan strategi pengelolaan anggaran untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah gejolak dinamika global.

"Sangat penting bagi APBN untuk terus memiliki strategi agar dapat menjalankan fungsi alokasi, distribusi, dan juga stabilisasi ekonomi secara lebih baik. APBN saat ini telah disusun dan diimplementasikan dengan memperhatikan tiga tujuan tersebut,” kata Suahasil dalam acara Permata Bank Economic Outlook 2025, dikutip di Jakarta, Rabu (4/12).

Dia menjelaskan fungsi stabilisasi yang dilakukan APBN akan memastikan ekonomi Indonesia dan masyarakat tidak akan terdampak secara langsung oleh volatilitas global.

APBN juga menjalankan fungsi distribusi dengan memastikan bahwa anggaran akan dialokasikan kepada masyarakat, sektor, dan daerah yang membutuhkan.

Selain itu, APBN juga menjadi alat untuk mengalokasikan sumber daya secara lebih baik dalam perekonomian.

Dia menjamin APBN akan terus menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi, seiring dengan visi pemerintah untuk bisa keluar dari middle income trap.

Menurutnya, perekonomian global saat ini mengalami ketidakpastian akibat volatilitas sektor keuangan, peningkatan tensi geopolitik, perubahan iklim, serta populasi dunia yang terus menua.

Karena itu, dia menyebut saat ini adalah waktu yang tepat bagi Indonesia untuk melakukan transformasi ekonomi.

“Transformasi ekonomi dibutuhkan untuk bisa keluar dari middle income trap. Ini sangat penting agar kita bisa memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi,” tuturnya.

Wamenkeu pun menggarisbawahi empat prioritas utama pemerintah, yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi, penyediaan makanan gratis untuk anak-anak, dan hilirisasi.

“Empat hal inilah yang sangat penting bagi pemerintah saat ini,” ujar Suahasil.

Acara dengan tema "Beyond Commodities: Unlocking Indonesia's Untapped Economic Potential" ini dihadiri oleh berbagai pemimpin dan ahli industri, membahas peluang dan tantangan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik dan perubahan kebijakan moneter global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.