Rupiah Bakal Tertekan Awal Pekan
Senin, 02 Des 2024, 14:31 WIBJAKARTA â Sentimen global diperkirakan lebih dominan ketimbang faktor dalam neÂgeri, terutama rilis data inflasi untuk November 2024 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong melihat penguatan rupiah akhir pekan lalu diperkirakan bersifat sementara. Menurutnya, sentimen aksi jual aset berisiko atau risk off di pasar ekuitas masih tinggi di tengah kekuatiran kebijakan tarif presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Senada, Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim AsÂsuaibi memperkirakan pelemahan dollar AS bersifat semenÂtara di tengah pencalonan Scott Bessent sebagai Menteri Keuangan AS. Sebab, Bessent secara terbuka mendukung dollar yang kuat dan juga mendukung tarif perdagangan.
Indeks dollar diperkirakan akan tetap menguat diduÂkung oleh kebijakan Trump, yang dipandang dapat meÂnaikkan inflasi, dan kemungkinan akan menghasilkan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama di AS selama beberapa tahun mendatang. Kondisi tersebut bakal menekan rupiah hingga hampir menyentuh level psikologi 16.000 rupiah per dollar AS.
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Jumat (29/11) sore, ditutup menguat 24 poin atau 0,15 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.848 rupiah per dollar AS. Penguatan dipengaruhi aksi ambil untung investor di tengah libur panjang di AS.
âDollar AS sedikit melemah akibat aksi ambil untung akibat libur panjang AS dan penunjukan Bessent juga meÂnyebabkan penurunan tajam pada imbal hasil obligasi AS, karena investor berpindah haluan membeli obligasi TreaÂsury, yang membuat dollar melemah,â kata analis Finex Brahmantya Himawan di Jakarta.
Namun, sikap hati-hati bank sentral AS atau Federal ReÂserve dan kenaikan tarif impor yang diumumkan oleh PreÂsiden terpilih AS Donald Trump dapat membantu membaÂtasi pelemahan dollar AS lebih lanjut.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Papua Siap Bangun Industri Kelautan, Lebih dari 100 Kampung Nelayan Sudah Siap Diverifikasi
-
Gubernur Pramono Kukuhkan LDII DKI, Dorong Ormas Keagamaan Jadi Motor Harmoni Jakarta
-
Periode Pascalebaran, PELNI Berikan Diskon Tarif 20% untuk Muatan Kontainer
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Wilayah DKI Jakarta Akan Diguyur Hujan pada Selasa (24/2) Sore
-
Analis: Sentimen 'Sell America' Dorong Penguatan Rupiah
-
BEI Catat 3.040 Sanksi, Ratusan Emiten Kena Semprit
-
KemenPPPA Dorong Penguatan Layanan Perlindungan Perempuan Anak di Daerah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.