Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hebat! Tiongkok Selesaikan Proyek Penghijauan Gurun Seluas 30 Juta Hektare

📅 Senin, 02 Des 2024, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hebat! Tiongkok Selesaikan Proyek Penghijauan Gurun Seluas 30 Juta Hektare Doc: AFP/Stephen SHAVER
Ket. Seorang pria naik sepeda diantara pepohonan yang baru ditanam di kawasan tandus Tiongkok tak jauh dari Beijing. Proyek penghijauan ini dimaksudkan untuk melindungi ibu kota Tiongkok saat terjadi badai pasir di wilayah gurun.

BEIJING - Tiongkok telah menyelesaikan kampanye selama 46 tahun untuk mengelilingi gurun terbesarnya dengan pepohonan (sabuk hijau), bagian dari upaya nasional untuk mengakhiri penggurunan dan mengekang badai pasir yang melanda sebagian negara itu selama musim semi, media pemerintah melaporkan pada Jumat (29/11) pekan lalu.

"Sabuk hijau sepanjang sekitar 3.000 kilometer di sekitar Taklamakan telah rampung pada tanggal 28 November di wilayah barat laut Xinjiang, setelah para pekerja menanam 100 juta pohon terakhir di tepi selatan gurun,” lapor kanroe berita People's Daily.

Upaya Tiongkok untuk menutup gurun dengan pepohonan dimulai pada tahun 1978 dengan peluncuran proyek Three-North Shelterbelt atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tembok Hijau Besar. Proyek ambisius ini menargetkan penanaman pohon di lahan seluas lebih dari 30 juta hektare.

Penanaman pohon di wilayah kering di barat laut telah membantu meningkatkan total tutupan hutan di Tiongkok hingga di atas 25 persen pada akhir tahun lalu, naik dari sekitar 10 persen pada tahun 1949. Tutupan hutan di Xinjiang sendiri telah meningkat dari 1 persen menjadi 5 persen dalam 40 tahun terakhir, kata People's Daily.

Proyek sabuk pelindung ini melibatkan eksperimen selama puluhan tahun dengan berbagai spesies pohon dan tanaman untuk menentukan mana yang paling kuat.

Para kritikus mengatakan bahwa tingkat kelangsungan hidup seringkali rendah, dan hal itu tidak efektif dalam mengurangi badai pasir, yang rutin mencapai ibu kota Beijing.

“Tiongkok akan terus menanam tumbuhan dan pepohonan di sepanjang tepian Taklamakan untuk memastikan penggurunan tetap terkendali,” kata Zhu Lidong, pejabat kehutanan Xinjiang, dalam jumpa pers di Beijing pada tanggal 25 November lalu.

Zhu mengatakan bahwa hutan poplar di tepi utara gurun akan dipulihkan melalui pengalihan air banjir, dan para pejabat juga merencanakan jaringan hutan baru untuk melindungi lahan pertanian dan kebun buah-buahan di tepi barat.

Meskipun Tiongkok berupaya menanam pohon, 26,8 persen dari total lahannya masih tergolong tanah terlantar, menurut data resmi dari biro kehutanan, turun sedikit dari 27,2 persen satu dekade lalu.

Perundingan PBB

Sementara itu dari Riyadh dilaporkan bahwa Arab Saudi akan menjadi tuan rumah perundingan PBB tentang kekeringan dan penggurunan.

“Arab Saudi akan menjadi tuan rumah konferensi PBB COP16 tentang degradasi lahan dan penggurunan mulai 2 Desember,” lapor kantor berita AFP, Minggu (1/12).

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyebut bahwa pertemuan Konvensi PBB untuk Memerangi Penggurunan (UNCCD) merupakan momen yang sangat penting untuk melindungi dan memulihkan lahan serta menanggulangi kekeringan.

Masalah penggurunan merupakan isu yang dekat dengan kerajaan Teluk, yang memiliki salah satu gurun terluas di planet ini. "Kami adalah negara gurun. Kami menghadapi bentuk degradasi lahan yang paling parah yaitu penggurunan," kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup Arab Saudi, Osama Ibrahim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.