Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Genjot Produksi Perikanan Budi Daya, KKP Bakal Revitalisasi Tambak Kurang Produktif di Pantura

📅 Senin, 02 Des 2024, 14:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Genjot Produksi Perikanan Budi Daya, KKP Bakal Revitalisasi Tambak Kurang Produktif di Pantura Doc: ANTARA/HO-Humas KKP
Ket. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono di Modeling Kawasan Tambak Budi Daya Ikan Nila Salin (BINS), Karawang, Jawa Barat.

KARAWANG – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan program Revitalisasi Tambak Pantai Utara Jawa (Pantura) dilakukan secara bertahap.

"KKP sendiri akan merevitalisasi 78 ribu hektare tambak kurang produktif di empat provinsi mulai dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur. Revitalisasi akan dimulai pada 2025 dan dilakukan secara bertahap hingga 2029," ujar Trenggono di Karawang, Jawa Barat, Senin (2/12).

Dia menambahkan, salah satu komoditas yang akan dibudidayakan adalah ikan nila salin.

Ikan nila menjadi salah satu komoditas perikanan budi daya prioritas nasional yang dikembangkan, karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi untuk mencukupi kebutuhan pasar, baik dalam maupun luar negeri, dan mendukung program ketahanan pangan nasional.

Produksi ikan nila Indonesia pada 2023 adalah sebesar 1,37 juta ton dengan pertumbuhan rata-rata 5,4 persen per tahun. Hasil produksi tersebut digunakan untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri dan ekspor.

Ekspor ikan nila Indonesia juga meningkat, nilai rata-rata 6,74 persen. Puncak ekspor tertinggi pada 2023 yaitu senilai 81,77 juta dollar AS (Rp1,3 triliun) dengan volume ekspor 11.166 ton ikan nila. Ekspor ikan nila Indonesia didominasi dalam bentuk produk fillet dengan kontribusi 98,46 persen. Negara tujuan utama ekspor ikan nila Indonesia adalah Amerika Serikat (59,08 persen), Kanada (20,72 persen), dan Uni Eropa (8,28 persen).

Sebagai informasi, Modeling Tambak BINS Karawang dibangun sebagai langkah awal dalam pelaksanaan program Revitalisasi Tambak Pantai Utara Jawa (Pantura). Modeling Tambak BINS Karawang diresmikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 8 Mei 2024. Pembangunannya dimulai sejak 2023 di lahan seluas 84 hektare.

Fasilitas yang dibangun untuk mendukung Modeling Tambak BINS Karawang terdiri dari petak pemeliharaan yang dilengkapi dengan e-feeder serta monitoring IoT untuk mengukur salinitas, suhu, DO, pH dan amoniak.

Selain itu dibangun juga prasarana pendukung seperti kantor utama dan ruang kontrol, petak pemeliharaan (kolam induk, kolam pendederan, dan kolam pembesaran), ruang jaga tambak, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), ruang genset, mini laboratorium, gudang pakan, gudang peralatan, dan bangsal panen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.