WHO Minta Negara-negara Tingkatkan Pengawasan Flu Burung

Sabtu, 30 Nov 2024, 02:05 WIB

JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), pada hari Kamis (28/11), mendesak negara-negara di dunia untuk meningkatkan pengawasan terhadap flu burung setelah kasus pertama terdeteksi pada seorang anak di Amerika Serikat.

Dikutip dari Channel News Asia, Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan dalam konferensi pers, sejumlah kecil kasus infeksi pada manusia influenza burung H5N1 terus bertambah di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir. 

Ket. Foto: Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove — Sumber: SAUL LOEB/AFP

"Apa yang benar-benar kita butuhkan secara global, di AS dan luar negeri, adalah pengawasan yang jauh lebih kuat pada hewan - pada burung liar, pada unggas, pada hewan yang diketahui rentan terhadap infeksi, termasuk babi, termasuk sapi perah, untuk lebih memahami sirkulasi pada hewan-hewan ini," katanya.

H5N1 pertama kali muncul pada tahun 1996, tetapi sejak tahun 2020, jumlah wabah pada burung telah tumbuh secara eksponensial, bersamaan dengan peningkatan jumlah mamalia yang terinfeksi.

Jenis virus ini telah menyebabkan kematian puluhan juta unggas, burung liar, mamalia darat dan laut juga terinfeksi.Kasus-kasus manusia yang tercatat di Eropa dan Amerika Serikat sejak virus itu melonjak sebagian besar bersifat ringan.Pada bulan Maret, infeksi terdeteksi di beberapa peternakan sapi perah di seluruh AS.

Risiko Rendah

Pejabat kesehatan AS meyakini risiko bagi masyarakat umum rendah - meskipun lebih tinggi bagi mereka yang bekerja secara langsung dengan hewan ternak termasuk unggas, sapi perah, dan lainnya.

Jumat lalu, otoritas AS mengatakan seorang anak di California menjadi orang pertama di AS yang dinyatakan positif terinfeksi flu burung. Petugas kesehatan menawarkan pemeriksaan dan pengobatan pencegahan kepada kontak yang terpapar di pusat penitipan anak tersebut.

Anak tersebut mengalami gejala ringan dan dikatakan sedang dalam pemulihan di rumah setelah menjalani perawatan dengan antivirus flu."Termasuk kasus terbaru ini, 55 kasus flu burung H5 pada manusia kini telah dilaporkan di AS selama tahun 2024, dengan 29 di California," kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Van Kerkhove mengatakan semua, kecuali dua orang dari mereka diketahui terpapar hewan yang terinfeksi."Kami belum melihat bukti penularan antarmanusia. Namun, untuk setiap kasus yang terdeteksi pada manusia, kami ingin melihat penyelidikan yang sangat menyeluruh dilakukan," katanya.

"Kita memerlukan upaya yang jauh lebih kuat dalam hal mengurangi risiko penularan dari hewan ke spesies baru dan ke manusia," tambahnya, terutama melalui pengujian dan peralatan perlindungan yang tepat.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Siap-Siap Bikin Geger Dunia Arkeologi, Sampel Gua Prasejarah Kalsel Ini Bakal Diterbangkan ke Australia!

Dikira Batu Biasa, Nelayan Sungai di Blitar Tak Sadar Injak Benda Diduga Roket Militer!

Sah! Jalur Kasihan-Bangunjiwo Kini Mulus Total, Ini Siasat Ekonomi Baru Kabupaten Bantul

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga, BPBD Lebak Minta Nelayan Tak Mendekat

Perkuat Ketahanan Maritim dan Kebencanaan Nasional, BMKG Operasikan Radar Cuaca S-Band Cilacap

Siklon Tropis Bavi Intai Indonesia Timur, BMKG Imbau Warga Waspada, Dampak Terasa hingga 24 Jam ke Depan

Gen Z & Milenial Diproyeksikan Jadi Mesin Baru Penggerak Wisata Tematik

Di IndoBuildTech 2026, Coway Indonesia Perkenalkan Inovasi Terbaru Solusi Air dan Udara untuk Hunian Modern yang Sehat

Resmi Dibuka, D-8 Halal Expo Indonesia Dorong Jadi Kekuatan Baru Ekonomi 

Mobil Mewah Rp2,05 Miliar Terkait Kasus Dugaan Suap Bupati Kuansing Tiba di Jakarta.

Polri dan Polda Metro Geledah Kafe serta Money Changer di Cipete Terkait Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara.

Pascabencana, Pemerintah Kucurkan Rp17,93 Miliar untuk Revitalisasi 25 Sekolah di Pasaman Barat.

Polda Metro Jaya Ingatkan Jangan Halangi Penyidikan Dugaan Korupsi TPPU Libatkan PLN, Asabri dan Krakatau Steel.

Jangan Tunggu "Overheat"! Cek Fungsi Oli di Cuaca Ekstrem

Dari Batik hingga Drone! Produk RI Siap Unjuk Gigi di Pasar Eurasia

Berdaya Jangkau 160 Km, Prabowo akan Borong 150 Rudal Astra Mk1 India untuk SU-30 TNI-AU

Hati-hati! Penipuan Lowongan Kerja, Warga Diminta Walkot Jakbar Cek ke Sudin Nakertrans

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.