Jepang Protes Klaim Tiongkok Dekat Pulau Selatan

Selasa, 30 Jun 2026, 02:45 WIB

TOKYO – Juru bicara pemerintah Jepang mengatakan bahwa kapal-kapal Penjaga Pantai Tiongkok telah menegaskan klaim Beijing atas perbatasan maritim di sebelah timur Taiwan dan dekat sebuah pulau Jepang, seiring dengan terus memanasnya ketegangan setelah Jepang dan Filipina pada bulan Mei mengatakan mereka akan memetakan klaim mereka di wilayah tersebut.

“Kami telah memastikan bahwa kapal-kapal Penjaga Pantai Tiongkok secara berkala berlayar di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang di selatan Pulau Yonaguni di Prefektur Okinawa dan telah mengajukan klaim sepihak terkait perairan tersebut,” kata ketua Sekretaris Kabinet, Minoru Kihara, dalam konferensi pers rutin pada Senin (29/6).

Ket. Foto: Panorama Pulau Yonaguni di Prefektur Okinawa, Jepang, pada pertengahan Agustus 2022 lalu. Pada Senin (29/6), Jepang memprotes keberadaan kapal-kapal Penjaga Pantai Tiongkok yang secara berkala berlayar di dalam zona ekonomi eksklusif Jepang di selatan Pulau Yonaguni. — Sumber: AFP/Philip FONG

“Kegiatan-kegiatan seperti itu yang dilakukan oleh Tiongkok tidak dapat diterima oleh Jepang, dan kami telah berulang kali menyampaikan protes melalui jalur diplomatik,” imbuh dia.

Dalam pernyataannya, Kihara pun menegaskan bahwa Tokyo telah berulang kali menyampaikan protes kepada Beijing melalui jalur diplomatik. “Kami telah memastikan bahwa Tiongkok telah mengajukan klaimnya secara sepihak,” ucap Kihara.

Sebelumnya pada  awal Juni lalu, Tiongkok mengatakan telah meluncurkan operasi penegakan lalu lintas maritim khusus di sebelah timur Taiwan untuk menegaskan yurisdiksi maritimnya di wilayah tersebut. Langkah ini diambil setelah para pemimpin Jepang dan Filipina mengatakan pada bulan Mei bahwa mereka akan memulai diskusi tentang penetapan batas maritim antara kedua negara.

Pada pertemuan puncak akhir bulan lalu, Perdana Menteri Sanae Takaichi dan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, sepakat bahwa negara mereka akan memulai pembicaraan formal tentang penetapan batas maritim ZEE dan landas kontinental antara kedua negara sesuai dengan hukum internasional.

Meskipun rincian diskusi tersebut masih minim, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan bahwa wilayah yang dimaksud mencakup perairan di sebelah timur Taiwan, yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya sendiri, dan menambahkan bahwa pembicaraan tersebut sama sekali ilegal, batal, dan tidak sah.

Tindakan Balasan

Saat ini Tokyo meyakini bahwa perilaku Tiongkok dimaksudkan sebagai tindakan balasan terhadap negosiasi antara Jepang dan Filipina mengenai batas maritim ZEE antara kedua negara.

Ketiga negara tersebut meng memiliki klaim yang tumpang tindih atas ZEE di kawasan tersebut. Taiwan juga memiliki klaim maritim dan mengerahkan kapal penjaga pantai sebagai respons terhadap operasi Tiongkok.

Kapal-kapal Penjaga Pantai Tiongkok secara rutin beroperasi di selatan Pulau Yonaguni pada bulan Juni dimana kapal-kapal tersebut terlihat mengawal kapal-kapal survei oseanografi milik Tiongkok di ZEE, demikian dilaporkan kantor berita Kyodo Newspada Minggu (28/6), mengutip analisis data pelacakan kapal.

Meskipun kapal-kapal Tiongkok hampir setiap hari menegaskan klaim Beijing atas perairan di sekitar sekelompok kecil pulau tak berpenghuni Jepang yang dikenal sebagai Senkaku yang terletak lebih jauh ke utara, aktivitas semacam itu tidak biasa terjadi di selatan Yonaguni.

Jepang sendiri menyebut pergerakan Penjaga Pantai Tiongkok di ZEE Jepang di dekat Yonaguni tersebut tidak dapat diterima.

Awal bulan ini, NHK melaporkan bahwa dua kapal Penjaga Pantai Tiongkok yang berlayar di ZEE Jepang untuk pertama kalinya mengklaim perairan tersebut berada di bawah yurisdiksi Beijing sebagaimana penyampaian pesan mereka kepada Penjaga Pantai Jepang melalui radio.  TheJapanTimes/ Bloomberg/NHK/Yomiuri Shimbun/I-1 

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.