TikTok dan Meta Kecam UU Larangan Media Sosial Australia
📅 Jumat, 29 Nov 2024, 09:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/William WEST
MELBOURNE - Raksasa media sosial pada hari Jumat (29/11) mengecam undang-undang penting Australia yang melarang mereka mendaftarkan anak di bawah 16 tahun. Mereka menganggapnya kebijakan yang terburu-buru.
UNICEF Australia ikut serta dalam pertikaian ini, dengan memperingatkan bahwa undang-undang tersebut bukanlah "solusi ajaib" terhadap bahaya daring dan dapat mendorong anak-anak ke dalam ruang daring yang "tersembunyi dan tidak diatur".
Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan undang-undang tersebut mungkin tidak dapat dilaksanakan dengan sempurna seperti halnya pembatasan usia untuk alkohol yang ada saat ini. Tetapi itu adalah "hal yang benar untuk dilakukan".
Tindakan keras terhadap situs-situs seperti Facebook, Instagram dan X, yang disetujui oleh parlemen pada Kamis malam, akan menghasilkan "hasil yang lebih baik dan lebih sedikit kerugian bagi warga muda Australia", katanya kepada wartawan.
Platform memiliki "tanggung jawab sosial" untuk menjadikan keselamatan anak sebagai prioritas, kata perdana menteri.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami mendukung Anda, adalah pesan kami kepada para orang tua Australia."
Perusahaan media sosial yang gagal mematuhi hukum akan menghadapi denda hingga Aus$50 juta (US$32,5 juta).
TikTok menyatakan "kecewa" dengan undang-undang tersebut, dan menuduh pemerintah mengabaikan para ahli kesehatan mental, keselamatan daring, dan pemuda yang menentang larangan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sangat mungkin larangan ini akan mendorong anak muda ke sudut-sudut internet yang lebih gelap, di mana tidak ada pedoman komunitas, alat keselamatan, atau perlindungan," kata juru bicara TikTok, Jumat.
Pertanyaan yang Belum Trjawab
Perusahaan teknologi mengatakan, meskipun undang-undang tersebut dianggap memiliki kekurangan, mereka akan bekerja sama dengan pemerintah untuk membentuk cara penerapannya dalam 12 bulan ke depan.
Undang-undang itu hampir tidak memberikan perincian apa pun tentang bagaimana aturan akan ditegakkan -- menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli bahwa itu hanya akan menjadi undang-undang simbolis yang tidak dapat ditegakkan.
Meta, pemilik Facebook dan Instagram, menyerukan konsultasi mengenai aturan untuk memastikan "hasil yang secara teknis layak dan tidak memberatkan orang tua dan remaja".
Namun, perusahaan itu menambahkan bahwa mereka khawatir "tentang prosesnya, yang tergesa-gesa dalam mengesahkan undang-undang tersebut sambil gagal mempertimbangkan bukti dengan benar, apa yang sudah dilakukan industri untuk memastikan pengalaman yang sesuai dengan usia, dan suara kaum muda".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!