Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inflasi Jelang Akhir Tahun Terus Dikawal

📅 Kamis, 21 Nov 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Inflasi Jelang Akhir Tahun Terus Dikawal Doc: istimewa
Ket. Kepala Bapanas - Arief Prasetyo Adi

JAKARTA – Badan Pangan Nasional/ National Food Agency (Bapanas/ NFA) berkomitmen memperkuat program stabilisasi pangan sebagai upaya pengendalian inflasi pangan khususnya menjelang akhir 2024. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bapanas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (19/11).

"Dalam Rancangan Awal RPJMN 2025 – 2029 (Tahap I), Badan Pangan Nasional siap berkontribusi penuh dalam 2 Prioritas Nasional yang dijabarkan dalam 3 Program Prioritas, yaitu Swasembada Pangan, Pengendalian Inflasi, serta Ekosistem Ekonomi Sirkular," ungkap Arief.

Dengan inflasi nasional Oktober 2024 yang terkendali pada tingkat 1,71 persen (yoy), kontribusi komoditas pangan seperti beras sebesar 0,15 persen (yoy) tetap menjadi perhatian utama untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Untuk itu, melalui program penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang digunakan untuk intervensi stabilisasi pangan berupa penyaluran bantuan pangan beras dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), diharapkan inflasi terjaga sesuai target pemerintah di kisaran 2,5 persen plus minus satu.

"Khususnya di momentum akhir 2024 ini tentunya upaya stabilisasi pangan khususnya di daerah yang kenaikan harga pangan cukup tinggi tentu intervensinya juga kita makin tingkatkan. Tapi secara umum program beras SPHP terus kita gencarkan, begitu juga dengan Gerakan Pangan Murah yang berkolaborasi dengan pemda di seluruh Indonesia, dan jangan lupa juga masih ada satu kali bantuan pangan beras pada Desember mendatang,” ungkap Arief.

Penyaluran Bantuan

Sepanjang 2024, bantuan pangan telah diberikan selama 9 bulan kepada 22 juta Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dengan besaran 10 kg per KPM. Sementara untuk bantuan pangan daging ayam dan telur ayam digelontorkan untuk 1,4 juta Keluarga Risiko Stunting (KRS) selama 6 bulan.

Sedangkan realisasi penyaluran beras SPHP hingga 15 November 024 telah mencapai 1,268 juta ton beras, dan Gerakan Pangan Murah (GPM) telah dilaksanakan sebanyak 8.651 kali di 514 kabupaten/ kota dan 38 provinsi.

Adapun jumlah stok beras yang ada di Bulog dalam kondisi yang aman dan cukup mencapai 1,5 juta ton yang tersebar di seluruh gudang perum Bulog.

Dengan langkah-langkah tersebut, Bapanas optimistis dapat menjaga kestabilan harga dan ketahanan pangan nasional. Hal itu selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya pengelolaan pangan nasional secara berkelanjutan untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi inklusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Olahraga
Ferrari Janji Bangkit di Ma...
Advertisement
Dokumenter Elon Musk Bikin Heboh, Sisi Kontroversial Sang Miliarder Dibongkar

Dokumenter Elon Musk Bikin Heboh, Sisi Kontroversial Sang Miliarder Dibongkar

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.