Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pendidikan Seksual Sejak Dini untuk Bantu Cegah Pelecehan Seksual

📅 Selasa, 19 Nov 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pendidikan Seksual Sejak Dini untuk Bantu Cegah Pelecehan Seksual Doc: ANTARA/Budi Candra Setya
Ket. Arsip foto - Relawan mengajari anak-anak di Kampoeng Baca Taman Rimba Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (1/3/2020).

Yogyakarta - Kepala Pusat Studi Wanita Universitas Gadjah Mada (UGM) Widya Nayati mengatakan pengenalan pendidikan seksual sejak usia dini penting untuk melindungi anak-anak dari potensi pelecehan seksual.

"Dengan pemahaman yang benar, anak-anak akan lebih mampu melindungi diri mereka sendiri dari potensi pelecehan seksual yang sering kali dilakukan oleh orang terdekat," ujar Widya dalam keterangannya di Yogyakarta, Senin.

Melalui pendidikan seksual, kata dia, anak-anak antara lain diajarkan untuk mengenali bagian-bagian tubuh mereka sendiri, terutama bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain selain orang tua atau pengasuh yang dipercaya.

Menurut Widya, pemahaman mengenai batasan tubuh tersebut sangat penting untuk dikenalkan kepada anak-anak sejak kecil.

Selain mengajarkan anak mengenali bagian tubuh, Widya menilai penting memberikan panduan khusus bagi orang tua tentang kapan anak laki-laki sebaiknya tidak lagi dimandikan oleh ibu mereka dan sebaliknya, kapan anak perempuan tidak dimandikan oleh ayah mereka.

Ia menjelaskan bahwa perhatian terhadap batasan-batasan tersebut membantu mencegah kebingungan pada anak mengenai privasi tubuh, serta memberikan kesadaran mengenai batasan yang sehat sejak dini.

Widya juga menyoroti bahwa sebagian besar kasus pelecehan seksual melibatkan orang terdekat, seperti anggota keluarga seperti dari paman, bibi, kakek, nenek, atau sepupu maupun orang-orang yang tinggal bersama, termasuk anak indekos.

Oleh sebab itu, ia mengajak para orang tua untuk terus waspada dan memperhatikan setiap perubahan perilaku atau tanda-tanda yang mungkin menunjukkan bahwa anak mereka mengalami ketidaknyamanan atau gangguan.

Widya pun memberikan beberapa tips praktis mengenai cara berdiskusi dengan anak tentang pendidikan seksual.

Ia menyarankan agar para orang tua mendengarkan anak-anak dengan penuh perhatian dan tidak langsung menghakimi.

"Komunikasi terbuka dan positif akan menciptakan hubungan yang lebih kuat antara orang tua dan anak sehingga anak merasa aman untuk menyampaikan apapun yang dialaminya," ujar Widya.

Widya berharap para orang tua untuk berperan aktif dalam memberikan pendidikan seksual yang sehat dan tepat guna sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi generasi mendatang.

Dengan adanya inisiatif semacam itu, diharapkan masyarakat dapat lebih terbuka membicarakan topik pendidikan seksual dalam konteks perlindungan anak, serta mampu mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah kekerasan dan pelecehan seksual.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.