Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Persaingan Sengit hingga Seri Terakhir

📅 Jumat, 15 Nov 2024, 06:59 WIB | Oleh:
Persaingan Sengit hingga Seri Terakhir Doc: MOHD RASFAN / AFP
Ket. berbincang I Pembalap Ducati Tim Lenovo Italia, Francesco Bagnaia (kanan) berbincang dengan pebalap Prima Pramac Racing asal Spanyol Jorge Martin usai sesi kualifikasi Grand Prix Malaysia MotoGP di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang.

PARIS - MotoGP kembali menyajikan akhir musim yang menegangkan saat Jorge Martin dan Francesco Bagnaia bersiap untuk bertarung di balapan terakhir untuk memperebutkan gelar juara dunia. Tahun lalu, Bagnaia memulai balapan terakhir dengan keunggulan 21 poin. Itu membawanya meraih gelar kedua berturut-turut.

Namun, kali ini, Martin asal Spanyol yang berada di posisi unggul, memimpin 24 poin di atas Bagnaia. Martin paham bahwa meski Bagnaia memenangkan sprint (12 poin) dan grand prix (25 poin), gelar tetap menjadi miliknya. Ini jika dia berhasil finis di podium dalam balapan utama pada Minggu (17/11) di Barcelona.

Martin bahkan bisa mengunci gelar juara pada Sabtu jika memenangkan sprint. “Dengan peringkat saat ini, peluang Martin lebih besar, tapi belum ada yang pasti sampai bendera finis berkibar. Dia harus melakukan banyak kesalahan untuk kehilangan gelar,” ujar Jorge Lorenzo.

Martin berada di posisi menguntungkan, apalagi sejarah mencatat defisit poin terbesar yang pernah dikejar di putaran terakhir hanya delapan poin, ketika Nicky Hayden mengalahkan Valentino Rossi di musim 2006. Saat itu Rossi tergelincir, memberi jalan bagi Hayden untuk naik podium dan meraih gelar dunia pertamanya.

Rossi juga kehilangan keunggulan tujuh poin di 2015 kalah dari Lorenzo. Sedangkan Wayne Rainey adalah satu-satu­nya pemba­lap lain yang berhasil merebut gelar di hari terakhir. Dia menyalip Mick Doohan pada 1992. Namun, melihat musim ini yang penuh dengan naik-turun dan pertukaran posisi puncak antara Martin dan Bagnaia, bukan tak mungkin akan ada kejutan terakhir.

Meski beberapa pembalap lain seperti Marc Marquez tampil cukup baik, dominasi tetap berada di tangan Bagnaia dan ­Martin, seperti tahun sebelumnya. Keduanya memenangkan 13 dari 19 balapan grand prix. ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.