Sekolah di Banten Diminta Belajar Jarak Jauh
📅 Jumat, 08 Nov 2024, 03:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Muhammad Bagus Khaironas
TANGERANG - Jika terdapat 1-2 siswa terkena cacar air, sekolah tersebut diminta menyelenggarakan belajar jarak jauh (BJJ). Kebijakan ini dikeluarkan dinas pendidikan provinsi Banten. Untuk sementara, Dinas Kesehatan Banten mencatat total ada 620 kasus cacar air (varisela), sampai Kamis (7/11).
Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti, di Serang, Kamis, mengatakan penularan penyakit cacar air terlaporkan di empat wilayah. Empat wilayah tersebut adalah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang. “Total kasus varisela di Banten 620,” ujar Ati.
Dia menyatakan kasus terbanyak di Kota Tangerang Selatan 578 kasus. Selanjutnya, diikuti Kota Cilegon 21, Kota Tangerang 11, dan Kabupaten Serang 10 kasus. “Penyebab cacar air adalah virus varicella zoster yang mudah menularkan melalui udara atau droplet, kontak langsung dengan lesi kulit,” jelas Ati.
Untuk itu, Ati mengimbau, jika ada anggota keluarga yang terkena cacar air segera dipisahkan dengan keluarga yang lain agar tidak terjadi atau setidaknya mengurangi kontak dengan orang lain. Kemudian lakukan perilaku hidup bersih sehat, dan meningkatkan imunitas dengan penuhi makanan bergizi.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengimbau agar sekolah menghindari penularan dan penyebaran penyakit cacar air secara meluas ke siswa. Pemprov Banten mengeluarkan kebijakan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh secara virtual, jika penyakit cacar air menjangkiti setidaknya 1-2 siswa sekolah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk kasus baru-baru, sebanyak 53 siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, dilaporkan terkena wabah cacar air. Kepala SMP Negeri 8 Kota Tangsel, Muslih, menyebutkan dari jumlah 53 orang yang teridentifikasi cacar air tersebut merupakan total tambahan. Sebelumnya, diketahui ada 22 siswa terkena penyakit tersebut.
Atas penemuan kasus itu, Komite SMP Negeri 8 Tangsel langsung melakukan upaya menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh ruang kelas sebagai sterilisasi lingkungan. Selain itu, kegiatan belajar jarak jauh juga telah diberlakukan selama dua pekan hingga Selasa (4/11) untuk memutus mata rantai penyebaran virus cacar air. Kini jumlah pelajar sekolah itu yang terkena wabah cacar air tersisa 13 dengan kondisi pemulihan. Ant/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!