Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Singapura Buka Laboratorium Produksi mRNA Pertama di Asia

📅 Rabu, 06 Nov 2024, 00:40 WIB | Oleh:
Singapura Buka Laboratorium Produksi mRNA Pertama di Asia Doc: Foto : Istagram tanseeleng
Ket. Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kedua Perdagangan dan Industri Singapura, Tan See Leng pada peluncuran BioFoundry non-GMP NATi mrna.

SINGAPURA – Singapura, pada hari Senin (4/11), meluncurkan laboratorium produksi messenger RNA (mRNA) mutakhir yang dapat dengan cepat memproduksi bahan untuk penelitian praklinis atau hewan untuk vaksin, guna merespons pandemi di masa depan atau obat untuk memerangi kanker dan penyakit lainnya. 

Dikutip dari The Straits Times, Nucleic Acid Therapeutics Initiative atau NATi milik A*Star mengatakan ini adalah fasilitas pertama di Asia yang didedikasikan untuk produksi mRNA.

"Disebut NATi mRNA BioFoundry, fasilitas tersebut membuka jalan bagi kesiapsiagaan pandemi nasional dan manufaktur terapi asam nukleat (NAT)," katanya. 

NAT merupakan bidang kedokteran baru yang menggunakan asam nukleat seperti DNA dan RNA untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk kanker dan infeksi virus. Vaksin Covid-19 berbasis teknologi mRNA, yang diproduksi beberapa bulan setelah pandemi, merupakan salah satu contoh NAT.

"Hal ini menandai langkah awal yang penting dalam mewujudkan terapi RNA yang tidak hanya ditemukan, tetapi juga diproduksi di Singapura, yang berkontribusi pada ambisi kami untuk menjadi pusat inovasi biomedis terkemuka," kata Menteri Kedua Perdagangan dan Industri Singapura, Tan See Leng. 

Teknologi Tinggi

Fasilitas mRNA tersebut dialihfungsikan pada bulan April 2024, ketika dua mesin berteknologi tinggi, satu untuk membuat RNA dan satu lagi untuk membungkusnya, dibawa masuk untuk menggantikan mesin-mesin sebelumnya.

Mesin-mesin awal tersebut dapat digunakan untuk membuat produk yang sama dengan cara tradisional, tetapi memerlukan lebih banyak langkah dan lebih banyak tenaga kerja.

Dengan dua mesin baru ini, laboratorium tersebut dapat memproduksi hingga 5g RNA murni, yang cukup untuk dibuat menjadi sekitar 100.000 dosis vaksin sehari, kata Profesor Andre Choo, wakil direktur eksekutif Institut Teknologi Bioproses, sebuah lembaga penelitian nasional tempat fasilitas mRNA berada.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.