Teka-teki Situs Gunung Padang di Cianjur, Bukan Piramida tapi Punden Berundak
📅 Minggu, 03 Nov 2024, 13:20 WIB | Oleh: Tim PenulisPiramida atau punden berundak?
Polemik seputar Gunung Padang kembali mengemuka pada 2022, ketika situs ini dibahas dalam sebuah serial dokumenter yang dipandu oleh Graham Hancook, seorang penulis buku-buku kontroversial tentang keberadaan peradaban-peradaban kuno yang hilang, di Netflix.
Dalam serial Netflix itu, Gunung Padang disebut sebagai bagian dari "Atlantis" yang hilang. Munculnya teori ini kembali mengundang perhatian publik, terutama di media sosial, dengan klaim bahwa peradaban kuno di Paparan Sunda mungkin jauh lebih tua dari yang diperkirakan.
Selang sekitar setahun setelah kemunculan Gunung Padang di serial Netflix, hasil penelitian Danny Hilman Natawidjaja bersama timnya terbit di Jurnal Archaeological Prospection pada Oktober 2023 dan memicu perdebatan lebih lanjut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian Danny mengklaim bahwa Gunung Padang kemungkinan adalah sebuah piramida. Publikasi ini membuat gempar, terutama karena klaim bahwa situs tersebut merupakan piramida tertua di dunia karena berusia sekitar 27.000 tahun. Namun, artikel ini kemudian ditarik pada 18 Maret 2024, dan keabsahan klaim tersebut pun kembali dipertanyakan.
Pandangan ilmiah tentang struktur Gunung Padang
Setelah membaca karya ilmiah tersebut, saya berpendapat bahwa metodologi yang digunakan oleh Danny Hilman lebih berfokus pada aspek geologi ketimbang arkeologi. Karya ilmiah dan pemikiran Danny sebagai seorang profesor geologi pakar kebencanaan memang tidak perlu diragukan, namun caranya menyamakan metode geologi untuk membedah arkeologi ini keliru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hilman menggunakan metode penelitian seperti pemetaan permukaan, pengeboran inti, penggalian parit dan teknik geofisika terpadu yang melibatkan GPR (Ground-Penetrating Radar), ERT (Electrical Resistivity Tomography), dan ST (Seismic Tomography) untuk melihat struktur bawah permukaan tanah. Metode itu mungkin efektif untuk mengidentifikasi kondisi geologi, namun tidak relevan untuk menemukan artefak arkeologi (cultural layer) yang menjadi bukti adanya aktivitas manusia di masa lalu.
Lapisan budaya atau cultural layer merupakan konsep penting dalam arkeologi, merujuk pada lapisan tanah yang menyimpan jejak aktivitas manusia di masa lampau. Jika suatu lapisan tanah tidak memiliki artefak atau tinggalan lain yang terkait dengan kehidupan manusia, maka lapisan tersebut dianggap steril dari aktivitas manusia.
Ketiadaan temuan artefak di situs Gunung Padang menjadi indikator bahwa lapisan tersebut kemungkinan besar tidak pernah ditempati atau digunakan oleh manusia pada masa lalu.
Sehingga, saya berkesimpulan bahwa penelitian yang dilakukan Danny Hilman dan timnya adalah penelitian geologi, bukan penelitian arkeologi. Oleh karena itu, penelitian mereka tentang klaim adanya peradaban kuno tertua di Gunung Padang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Secara struktur, Gunung Padang juga jelas bukan piramida, melainkan punden berundak-sebuah bangunan berteras yang dibentuk mengikuti kontur bukit, seperti yang dapat kita lihat juga di Situs Pugung Raharjo, Lampung dan pada struktur Candi Borobudur di Jawa Tengah.
Struktur ini jelas berbeda dengan piramida yang memiliki struktur lebih kaku dengan sisi segitiga yang bertemu di puncak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!