Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Resan Gunungkidul Galakkan Penghijauan Seputar Telaga Jaga Sumber Air

📅 Jumat, 25 Okt 2024, 22:01 WIB | Oleh:
Resan Gunungkidul Galakkan Penghijauan Seputar Telaga Jaga Sumber Air Doc: antara

Organisasi masyarakat pegiat pelestari sumber air "Resan" Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggalakkan penghijauan di 400-an telaga di wilayah ini dalam rangka menjaga ketersediaan sumber air sepanjang tahun.

Pegiat pelestari sumber air "Resan" Gunungkidul Edi Supadmo di Gunungkidul, Jumat, mengatakan saat ini banyak sekali telaga yang rusak karena tidak mampu menampung air sepanjang tahun.

"Kami sedang menggalakkanpenanaman pohon di sekitaran telaga. Kami juga menebar tanah lempung dan kotoran sapi ke dasar telaga," kata Edi Supadmo.

Ia mengatakan gerakan ini dimulai dari Telaga Dondong, Saptosari. Di telaga tersebut sedang ditebar tanah lempung dan kotoran sapi di dasar telaga, dengan harapan agar bagian dasar mampu menahan air agar tidak cepat meresap ke bawah atau menguap.

Edi Supadmo mengatakan berdasarkan data Resan Gunungkidul, dari 400-an telaga, hanya 2,5 persen yang masih berfungsi semestinya, artinya masih bisa menampung air hingga saat ini.

"Dari 400an telaga, di bawah 10-lah yang airnya bisa bertahan sepanjang tahun. Artinya kalau kemarau masih ada airnya," kata dia.

Edi menambahkan banyak telaga yang hanya mampu menampung air paling lama satu bulan. Penyebabnya memang karena banyak vegetasi di seputaran telaga yang hilang, sedimentasi serta dasar telaga yang mulai pecah-pecah karena panas, sehingga berongga.

Edi mengatakan cukup sulit untuk mengembalikan fungsi telaga karena membutuhkan waktu dan biaya tak sedikit.

Sementara itu, Kepala DLH Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan kondisi telaga-telaga di Gunungkidul sudah banyak yang rusak itu karena aktivitas manusia.

Harry mengatakan telaga itu cepat kering karena dipengaruhi oleh iklim mikro sekitar telaga di mana keberadaan air bisa cepat hilang karena adanya evaporasi atau menguap. "Penguapan lebih cepat terjadi karena cuaca panas yang sering terjadi di seputaran telaga saat ini," katanya.

Panasnya cuaca di seputaran telaga dipicu karena berkurangnya tegakan (pohon kayu) yang ada di sekeliling telaga. Iklim mikro sendiri dipengaruhi oleh angin yang dapat mempercepat evaporasi. Jika yang berhembus adalah angin panas maka akan mempercepat evaporasi.

Lebih lanjut, Harry mengatakan penyebab lainnya adalah pendangkalan telaga atau sedimentasi. Sedimentasi ini dipicu karena aliran air permukaan air hujan ketika terjadi hujan tidak ada kanopi atau penghalang. Ketika tidak ada pohon tegakan maka tidak ada penghalang sehingga air itu langsung ke tanah.

Dan kalau ada tegakan seperti pohon maka air hujan sampai ke tanah hanya berupa tetesan sehingga daya rusak terhadap tanah (erosi) jauh berkurang ketimbang air yang langsung jatuh ke tanah. Karena pohon tegakkan tidak ada maka daya rusak air hujan terhadap tanah meningkat.

"Aliran air hujan ke telaga ini membawa material tanah dan masuk ke telaga," katanya.

Harry mengatakan saat ini banyak tanaman tegakan yang berubah menjadi tanaman musiman. Petani menganggap pohon kayu nilai ekonominya kecil, sehingga mengganti tanaman musiman seperti jagung dan kacang tanah.

Parahnya, cara panen tanaman musiman ini dilakukan dengan dicabut. Tanah yang awalnya sudah mapan menjadi gembur lagi dan mudah terbawa air. Sehingga semakin banyak material tanah masuk ke telaga yang terbawa air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.