Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peringatan BMKG: Gelombang Laut Capai 4 Meter Ancam Perairan NTT

📅 Senin, 25 Agu 2025, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peringatan BMKG: Gelombang Laut Capai 4 Meter Ancam Perairan NTT Doc: Antara Foto
Ket. Kondisi di wilayah perairan pesisir Kota Kupang, NTT, Senin (25/8/2025)

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap potensi gelombang laut mencapai 4 meter di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 28 Agustus 2025.

“Waspada potensi gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter yang terjadi di sejumlah wilayah NTT,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga di Kupang, Senin.

Ia menjelaskan gelombang setinggi 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Sumba bagian barat, perairan selatan Sumba, perairan selatan Sabu-Raijua, dan perairan utara Sabu-Raijua.

Untuk itu, BMKG setempat telah mengeluarkan peringatan dini tiga harian yang berlaku mulai Senin (25/8) sampai Kamis (28/8).

Tercatat, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah tenggara ke barat daya dengan kecepatan angin berkisar 6-27 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sape, perairan Flores, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan Sabu-Raijua, perairan utara timor, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, dan perairan selatan Timor-Rote.

“Kecepatan angin tersebut diperkirakan dapat meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah perairan itu,” kata Yandri.

BMKG juga memberikan saran terhadap sejumlah aktivitas pelayaran yang berisiko.

Bagi perahu nelayan patut waspada apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Bagi operator kapal tongkang perlu mengantisipasi risiko bila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Sementara itu, bagi pengguna kapal ferry perlu waspada apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Lebih lanjut, Yandri mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memantau peringatan dini gelombang laut dan cuaca dari BMKG demi keselamatan bersama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.