Perkuat Ketahanan Pangan, TNI AD Rekrut Bintara Pertanian dan Perkebunan
Selasa, 22 Okt 2024, 22:54 WIBJAKARTA - Dalam rangka mendukung program pemerintah dan Kementerian Pertahanan, khususnya terkait ketahanan pangan, TNI AD menggelar rekrutmen calon Bintara PK TNI AD Keahlian Tahun Anggaran 2024. Fokus utama rekrutmen ini untuk menjaring calon prajurit berlatar belakang keahlian di sektor pertanian dan perkebunan.
Rekrutmen dimulai dari tahap seleksi di tingkat Panitia Daerah (Panda) di seluruh Kodam pada 5-23 Agustus 2024, dan dilanjutkan di tingkat Panitia Pusat (Panpus) di Pussenif Bandung pada 12-25 September 2024.
Menurut siaran persnya, selain jalur reguler Kodam, rekrutmen ini juga membuka kesempatan bagi lulusan D3 Politeknik "Ben Mboi" Unhan RI di Belu, NTT, sebuah institusi di bawah naungan Kementerian Pertahanan yang berfokus pada pendidikan ilmu terapan.
Dalam proses seleksi, total 269 calon Bintara berhasil lolos dan selanjutnya akan menjalani pendidikan di Secaba Rindam III/Slw bagi calon prajurit pria, serta di Pusdikkowad Kodiklatad untuk calon prajurit wanita.
Dari jumlah tersebut, terdapat 47 calon Bintara dengan keahlian di bidang pertanian, 28 di bidang perkebunan, 70 di bidang perikanan, dan 30 di bidang peternakan. Keahlian di empat sektor tersebut sangat relevan untuk mendukung program ketahanan pangan yang sedang dipacu pemerintah.
Selain itu, lulusan D3 Politeknik "Ben Mboi" Unhan RI dipersiapkan dengan pengetahuan terapan yang lebih mendalam, khususnya terkait sektor pertanian dan perkebunan, yang nantinya diaplikasikan dalam tugas mereka di lapangan. Hal ini akan mendukung efektivitas dan efisiensi program ketahanan pangan nasional yang menjadi perhatian utama pemerintah dan TNI AD.
Selain empat keahlian tadi, rekrutmen ini juga mewadahi keahlian-keahlian lain seperti kelistrikan, teknik mesin, teknik komputer, dan keperawatan, yang juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan di berbagai sektor pembangunan nasional.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Hotel Mataram Usul Relaksasi Pajak Demi Pulihkan Industri Pariwisata
-
Puncak Arus Mudik pada H-4 Lebaran 2026 di Terminal Leuwipanjang Bandung
-
Bupati Tulungangung Hanya Mengeluarkan Dua Kata Saat Jadi Tersangka Bersama Ajudan
-
BMKG Sebut Kemarau 2026 Berisiko Ganggu Pangan Nasional
-
Berkah Lebaran, Pedagang Sate Maranggi di Purwakarta Naik Omzet
-
Banyak Kecelakaan di Laut, Hati-hati Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Nias
-
Hindari PHK Massal, Kadin DKI Minta Pemerintah Beri Stimulus Industri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.