Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Bantul Fokus Penanganan Kekeringan Dampak Musim Kemarau

📅 Jumat, 18 Okt 2024, 16:48 WIB | Oleh:
BPBD Bantul Fokus Penanganan Kekeringan Dampak Musim Kemarau Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini masih fokus untuk penanganan kekeringan yang melanda sebagian wilayah daerah ini dampak musim kemarau panjang 2024.

"Sampai saat ini kami masih fokus untuk menangani kekeringan akibat kemarau, dan droping air bersih ke wilayah terdampak masih terus berjalan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol saat dikonfirmasi di Bantul, Jumat.

Menurut dia, penanganan terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih masih menjadi perhatian, karena permintaan bantuan air ke pemerintah terus diterima BPBD Bantul, meski di wilayah utara DIY sudah mulai turun hujan.

"Permintaan masyarakat terhadap air bersih masih terus. Sesuai yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mulai hujan di DIY di dasarian tiga Oktober sampai dasarian satu November," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan berdasarkan infografis droping air bersih wilayah Bantul, sejak 29 Juni sampai 13 Oktober 2024, telah didistribusikan bantuan air bersih sebanyak 612 tangki, atau mencapai 3,06 juta liter air.

Distribusi bantuan air bersih tersebut rinciannya adalah dari BPBD Bantul sebanyak 207 tangki, kemudian dari Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul berjumlah 129 tangki, dan dari Tagana Dinas Sosial (Dinsos) Bantul berjumlah 89 tangki.

Selanjutnya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul berjumlah 33 tangki, kemudian yang berasal dari donasi masyarakat maupun dari luar lembaga pemerintahan yang dilewatkan pemerintah sebanyak 154 tangki.

"Sementara untuk penerima manfaat bantuan air bersih terdata sebanyak 2.792 keluarga (KK) terdiri atas sebanyak 12.600 jiwa yang tersebar di sembilan kecamatan, 22 kelurahan dan 48 dusun (pedukuhan)," katanya.

Dia menyebut wilayah Kecamatan Dlingo menjadi wilayah yang paling terdampak kekeringan dengan telah menerima bantuan sebanyak 196 tangki atau setara 980 ribu liter air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.