Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIN Gaet Jepang dalam Riset Pemanfaatan Data Spasial Berbasis Radar

📅 Rabu, 16 Okt 2024, 21:59 WIB | Oleh:
BRIN Gaet Jepang dalam Riset Pemanfaatan Data Spasial Berbasis Radar Doc: antara
Ket. Kepala Pusat Riset Geoinformatika BRIN M. Rokhis (kiri).

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama dengan Muroran Institute of Technology Jepang dalam bidang pemanfaatan data spasial berbasis Synthetic Aperture Radar (SAR).


Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, BRIN dan Muroran Institute of Technology Jepang sepakat untuk meningkatkan dan memperkuat riset kolaborasi pada pemanfaatan SAR untuk pemantauan gambut dan pengembangan Ground-based SAR.

Kerja sama ini juga mencakup pertukaran data dan informasi teknis, penyelenggaraan seminar, lokakarya dan simposium, peningkatan kapasitas SDM, serta publikasi bersama.



"BRIN selama ini telah memanfaatkan data SAR, terutama yang berbasis satelit penginderaan jauh untuk berbagai kebutuhan. Misalnya, untuk mendeteksi adanya deformasi pesisir dan pemantauan fase pertumbuhan padi," kata Kepala Pusat Riset Geoinformatika BRIN Rokhis Komarudin.

Ia menjelaskan, selama ini BRIN telah berkolaborasi dengan berbagai institusi Jepang dalam pemanfaatan data SAR salah satunya lembaga Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) dalam pemanfaatan data satelit ALOS yang berbasis radar.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN Budi Prawara mengatakan, kerja sama ini merupakan lanjutan dari kolaborasi sebelumnya.



"BRIN telah mengembangkan berbagai aplikasi berbasis data satelit penginderaan jauh, antara lain digunakan untuk pemantauan fase pertumbuhan vegetasi, mulai dari fase penanaman hingga panen," ujarnya.

Diketahui, SAR merupakan suatu sensor yang digunakan di beragam peralatan untuk pengambilan data spasial. Sensor tersebut dapat diletakkan pada satelit yang berbasis teknologi luar angkasa maupun berbasis darat dengan menggunakan pesawat tanpa awak.

Penggunaan SAR disebut memiliki kelebihan dibandingkan dengan sensor optik pada satelit. Data yang dihasilkan SAR bukan hanya beresolusi tinggi melainkan juga tidak terpengaruh cahaya matahari dan awan.



Selain itu, SAR juga dapat mendeteksi adanya perubahan tanah seperti pergerakan atau penurunan permukaan, sehingga SAR cocok digunakan untuk mendeteksi adanya tanah longsor di suatu wilayah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.